Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Cara Mencegah Penyakit Kondiloma atau Kutil Kelamin

Reporter

Editor

Nurhadi

image-gnews
Ilustrasi vagina. Shutterstock
Ilustrasi vagina. Shutterstock
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kondiloma atau kutil kelamin merupakan penyakit infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh human papilloma virus (HPV). Penyakit ini ditandai dengan timbulnya benjolan atau tonjolan pada kulit atau mukosa genital (kemaluan). 

Penularan terjadi melalui kontak seksual dengan seseorang yang terinfeksi. Kondiloma dapat timbul beberapa minggu hingga berbulan-bulan sejak pertama kali terjadinya kontak dengan kulit atau mukosa yang terinfeksi. 

Dikutip dari Hermina Hospitals, pada sebagian besar kasus, kondiloma tidak dirasakan gejala apapun. Namun pada sebagian kasus dapat pula ditemukan keluhan berupa rasa perih, gatal, serta rasa tidak nyaman pada area yang terinfeksi.

Kutil dapat timbul pada area pubis, sela paha, vulva, dinding vagina, leher rahim, hingga anus pada wanita. Pada pria kutil dapat timbul pada area pubis, sela paha, penis, kantong testis (scrotum), hingga anus.

Ukuran kutil bervariasi dari kecil hingga besar sehingga terkadang berbentuk seperti bunga kol. Sebagian juga dapat berbentuk seperti jengger ayam. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk menurunkan faktor risiko terjadinya kondiloma yaitu mengubah beberapa perilaku.

Dikutip dari Cleveland Clinic, jika Anda aktif secara seksual, Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri Anda dari tertular atau menyebarkan HPV, seperti menggunakan pelindung (kondom) saat berhubungan intim, memberi tahu pasangan seksual Anda jika Anda mengidap HPV atau kutil kelamin agar mereka dapat dites dan diobati, serta bersikap monogami dengan satu pasangan seksual atau batasi jumlah pasangan Anda.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Anda juga dapat mencegah penyakit kondiloma dengan melakukan vaksin HPV. Vaksin HPV berfungsi mencegah infeksi penyakit kelamin yang disebarkan oleh virus Human papillomavirus.

Dikutip dari Medical News Today, mendapatkan vaksin HPV dapat mencegah seseorang tertular jenis virus tertentu, termasuk virus yang dapat menyebabkan kutil kelamin atau kanker. Vaksin ini untuk digunakan pada orang hingga usia 45 tahun.

Selain itu, skrining dan tes diperlukan juga untuk mendeteksi kemungkinan risiko terjadinya penyakit IMS lainnya, dan infeksi human immunodeficiency virus (HIV) pada seseorang yang terkena kondiloma. Sehingga pengobatan yang tepat dapat diberikan dan gejala penyakit yang lebih berat dapat dicegah.

Pilihan Editor: Faktor Risiko dan Pengobatan Kutil Kelamin

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Duta Besar AS Minta Maaf atas Kekerasan Seksual yang Dilakukan Tentara pada Perempuan Jepang

4 hari lalu

Duta Besar AS untuk Jepang, Rahm Emanuel. REUTERS/Issei Kato
Duta Besar AS Minta Maaf atas Kekerasan Seksual yang Dilakukan Tentara pada Perempuan Jepang

Duta Besar Amerika Serikat untuk Jepang menyayangkan tindak kejahatan seksual yang dilakukan personel militer Amerika Serikat yang bertugas di Okinawa


Tren Perawatan Kecantikan dan Pengobatan Herbal Meningkat, Indonesia Punya Dua Modal Besar

16 hari lalu

Ilustrasi obat herbal/alami, kayu manis, madu, cengkeh. REUTERS/Susan Lutz
Tren Perawatan Kecantikan dan Pengobatan Herbal Meningkat, Indonesia Punya Dua Modal Besar

Riset menunjukkan kekayaan pengetahuan dan sumber daya alam lokal Indonesia yang penting untuk perawatan kecantikan dan pengobatan.


Inilah Perbedaan Batu Empedu dengan Batu Ginjal

41 hari lalu

Batu ginjal.
Inilah Perbedaan Batu Empedu dengan Batu Ginjal

Batu empedu dan batu ginjal adalah dua kondisi medis yang berbeda, meskipun keduanya melibatkan pembentukan kristal atau batu di dalam tubuh.


Sering Dapat Informasi Keliru Bikin Remaja Kurang Paham Kesehatan Seksual

49 hari lalu

Ilustrasi remaja perempuan sedang melihat gawai. (Unsplash/Luke Porter)
Sering Dapat Informasi Keliru Bikin Remaja Kurang Paham Kesehatan Seksual

Remaja kerap menjadi korban misinformasi yang berkaitan dengan kesehatan seksual dan reproduksi. Ini akibatnya.


3 Jenis Pengobatan untuk Pasien Parkinson

57 hari lalu

Nancy Van Der Stracten, 75 tahun yang menderita penyakit Parkinson, berpose saat akan mulai latihan tinju di sebuah klub tinju di Antalya, Turki, 26 Februari 2021. REUTERS/Umit Bektas
3 Jenis Pengobatan untuk Pasien Parkinson

Ada tiga jenis pengobatan yang dapat digunakan untuk pasien Parkinson, melalui obat-obatan, terapi fisik, dan metode operasi.


Jangan Hentikan Pengobatan Lupus meski Sudah Dapat Remisi

13 Mei 2024

Ilustrasi penyakit Lupus. entresemana.mx
Jangan Hentikan Pengobatan Lupus meski Sudah Dapat Remisi

Pakar mengatakan kondisi remisi pada penyakit lupus belum tentu sama dengan berhenti berobat. Berikut penjelasan dokter penyakit dalam.


Pasien Kanker Minim Pengetahuan Akibat Waktu Konsultasi Terbatas

2 Mei 2024

Ilustrasi penderita kanker. shutterstock.com
Pasien Kanker Minim Pengetahuan Akibat Waktu Konsultasi Terbatas

Waktu konsultasi yang terbatas menyebabkan pasien kanker sering merasa bingung untuk memahami betul penyakitnya.


Raja Charles III Siap Kembali Bertugas

27 April 2024

Pada Senin (5/2), Istana Buckingham mengumumkan bahwa Raja Charles III didiagnosis menderita kanker. Istana juga mengatakan bahwa sang Raja telah mulai menjalani perawatan. REUTERS/Toby Melville
Raja Charles III Siap Kembali Bertugas

Raja Charles III sudah mendapat izin dari tim dokter untuk kembali bertugas setelah menjalani pengobatan kanker.


Jokowi Sebut RI Kehilangan Devisa Rp 180 Triliun karena Masyarakat Pilih Berobat ke Luar Negeri

24 April 2024

Presiden Joko Widodo memberi pengarahan dalam acara Peringatan 22 Tahun Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) di Istana Negara, Jakarta, Rabu 17 April 2024. Indonesia telah dinyatakan secara aklamasi diterima sebagai Anggota Financial Action Task Force on Money Laundering and Terrorism Financing (full membership). Keberhasilan tersebut diperoleh dalam FATF Plenary Meeting di Paris, Perancis yang dipimpin oleh Presiden FATF, MR. T. Raja Kumar pada Rabu, 25 Oktober 2023. TEMPO/Subekti.
Jokowi Sebut RI Kehilangan Devisa Rp 180 Triliun karena Masyarakat Pilih Berobat ke Luar Negeri

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa Indonesia kehilangan devisa US$ 11,5 Miliar atau Rp 180 triliun per tahun. Apa sebabnya?


Psikolog Sebut Pentingnya Pendidikan Seksual pada Anak di Era Digital

21 April 2024

Relawan Yayasan Kepedulian Untuk Anak (Kakak) memberikan sosialisasi dan edukasi untuk warga pada aksi bertajuk Jo Kawin Bocah, Stop Kekerasan dan Eksploitasi Seksual saat pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) Solo, Jawa Tengah, Ahad, 24 Juli 2022. Aksi tersebut digelar untuk memperingati Hari Anak Nasional. ANTARA/Maulana Surya
Psikolog Sebut Pentingnya Pendidikan Seksual pada Anak di Era Digital

Peran orang tua sangat penting untuk membuka informasi mengenai kesehatan dan pendidikan seksual kepada anak, khususnya anak perempuan.