Selasa, 17 September 2019

Diluncurkan, Kajian Karya Pramoedya Ananta Toer  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pameran lukisan dalam rangka mengenang Pramoedya Ananta Toer di Goethe Hous, Jakarta beberapa waktu silam. TEMPO/Tri Handiyatno

    Pameran lukisan dalam rangka mengenang Pramoedya Ananta Toer di Goethe Hous, Jakarta beberapa waktu silam. TEMPO/Tri Handiyatno

    TEMPO.CO, Jakarta -Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) bekerja dengan Penerbit Gramedia Pustaka Utama meluncurkan dua buku tentang sastrawan Pramoedya Ananta Toer dan Kesenian di Jakarta pekan lalu.

    Buku tentang Pramoedya ini berjudul Pramoedya Menggugat: Melacak Jejak Indonesia. Buku ini berisi kajian tentang karya Pram oleh para peneliti luar negeri. Salah satunya adalah Prof. Koh Young Hun pengajar di Hankuk University of Foreign Studies, Seoul Korea Selatan. .

    “Buku ini merupakan kajian yang paling lengkap,” ujar Maman S Mahayana, editor buku ini dalam siaran pers lembaga ini.

    Dalam diskusi peluncuran buku, Koh Young Hun mengatakan pemikiran Pram sangat relevan dengan perkembangan kehidupan bangsa. “Dalam kondisi karut marut kehidupan bangsa, pemikirannya kontekstual mengembalikan Indonesia sebagai negara besar,” ujar Koh Young Hun.

    Buku kedua berisi kumpulan tulisan peristiwa seni 2011. Buku berjudul Kaleidoskop Seni 2011 ini menampilkan ulasan film, teater, sastra, seni rupa, musik dan tari di Jakarta dan Indonesia. Ada pula esai-esai dari tulisan Sulaiman Harahap, sejarawan Universitas Indonesia.

    Para penyumbang tulisan dalam buku ini adalah Lisabona Rahman dalam RSS (Ruang Sangat Sempit): Film di Indonesia (Jakarta?) Tahun Ini; Afrizal Malna dengan tulisan Semua Aku dan Semua Kamu dari Kita; Ahda Imran dengan tulisan Panjang Sprei dari Kelambu: Sastra Indonesia 2011; Agung Frigidanto dengan karyaKemajemukan itu: Dari Seni Media Baru Hingga Karya Stensil; JC Pramudia Natal Ruang Dialog Musik Indonesia: Mandiri atau Sendirian; dan Anastasia Melati dengan Dari Tradisi Hingga Luruhnya Batas-batas.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.