Kini Saatnya Cetak Digital Kuku

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Bebeto Matthews

    AP/Bebeto Matthews

    TEMPO.CO, Jakarta - Mungkin Anda pernah bosan menunggu kuku Anda dihias di salon kuku. Selain harus mengantre karena nail technician atau perias kuku yang terbatas, pengerjaannya juga lama. Melukis kuku jari tangan membutuhkan waktu setidaknya dua jam. Itulah yang membuat biayanya mahal. Jika ditambah nail extension atau kuku palsu, biaya merias kuku ini bisa mencapai Rp 500.000.

    Namun, pada masa digital print ini, semua itu bisa dilakukan dengan cetak, yang hasilnya lebih cepat dan murah. Tidak hanya spanduk dan tulisan di bokong truk, kuku pun bisa dilukis dengan menggunakan digital printing. Nama teknik ini yaitu digital nail painting atau menghias kuku dengan cara digital.

    "Caranya gampang, kuku cukup dimasukkan ke mesin print khusus, dan hiasan langsung dicetak di situ dalam waktu lima menit," ujar Tri Hartono dari Art'Pro Nail Indonesia ketika dijumpai di pameran kecantikan di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, pada pertengahan Oktober lalu. 

    Dengan teknik digital, satu jari bisa dihias kurang dari lima menit. Waktu yang dihabiskan untuk menghias sepuluh jari tangan maksimal hanya satu jam. Tarifnya pun bisa separuh dari tarif menghias secara manual.

    Tri menuturkan, digital nail painting ini bermula dari Taiwan. Mesin ini diciptakan awalnya untuk menjawab permasalahan mengenai terbatasnya tenaga perias kuku. Selain itu, juga untuk menjawab soal kebutuhan konsumen atas segala sesuatu yang instans dan lebih murah.

    Hal ini diakui oleh Windy, 41 tahun, pemilik salon kecantikan di kawasan Tomang, yang dijumpai Tempo saat berkunjung di booth Art'Pro Nail. Ia menuturkan, sudah lama salonnya ingin menyediakan jasa merias kuku yang selama ini hanya ada di salon kecantikan khusus kuku.

    "Kalau pakai mesin ini, siapa pun juga bisa merias kuku. Hasilnya juga sama dengan yang di salon-salon kuku itu," kata Windy sambil menunjukkan hasil hiasan kukunya yang bercorak kembang-kembang.

    Kualitas cetakan mesin seharga Rp 15 juta itu tak kalah dengan hasil hiasan manual di salon kuku. "Hiasan kukunya dicetak dengan gel polish, jadi hasilnya lebih tahan lama dan mengkilap," kata Tri. 

    GUSTIDHA BUDIARTIE


    Topik Terhangat
    Suap Bea Cukai | Buruh Mogok Nasional | Suap Akil Mochtar | Misteri Bunda Putri | Dinasti Banten |


    Berita Terpopuler
    Priyanka Chopra, Bintang Iklan Rumah Mode Guess
    Cincin Pembuluh Darah untuk Diabetes Ganggrene
    Senin, Hari Paling Tepat Berhenti Merokok
    Museum Kanker Pertama di Indonesia Resmi Dibuka
    Wajah Gadis Ini Berasal dari Kulit Payudaranya 
    Alergi Parah Tak Mematahkan Semangat Guru Ini 
    Anak Sehat Juga Bisa Kena Komplikasi Flu

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.