Polusi Udara, Penderita Kanker Paru Cina Bertambah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria Cina menutupi hidung dan mulutnya ketika melintasi jalan raya pada hari dengan tingkat polusi tinggi di Harbin, Senin (21/10). Jarak pandang berkurang drastis hingga kurang dari setengah lapangan sepak bola. AP

    Seorang pria Cina menutupi hidung dan mulutnya ketika melintasi jalan raya pada hari dengan tingkat polusi tinggi di Harbin, Senin (21/10). Jarak pandang berkurang drastis hingga kurang dari setengah lapangan sepak bola. AP

    TEMPO.CO, Beijing – Kasus kanker paru-paru telah meningkat dua kali lipat di Cina. Para pejabat menuduh hal ini disebabkan meningkatnya perokok di Cina. Namun, sejumlah perokok justru berdalih bahwa kanker paru-paru meningkat bukan karena rokok, melainkan polusi udara yang melonjak hingga 30 persen dalam beberapa bulan pertama tahun 2013.

    Hal ini diamini oleh seorang pengguna jejaring sosial Cina, Weibo. Seperti dikutip dari laman Daily Mail kemarin, pemilik akun Jingyan_melody menuliskan, “Lonjakan kanker paru-paru jelas akibat pencemaran lingkungan, tapi kenapa mereka menyalahkan rokok.” Ia menambahkan, “Jumlah orang yang merokok telah menurun, terutama saat berada di depan umum.”

    Data dari kantor berita Xinhua menunjukkan, dari 100 ribu orang, 40 di antaranya terkena kanker paru-paru pada tahun 2002. Angka ini melonjak pada tahun 2011, yang menyebutkan di antara 100 ribu orang, 63 orang merupakan penderita kanker ini.

    Data ini turut diperkuat oleh data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO menyebutkan, tahun lalu diperkirakan ada sekitar 200 ribu orang meninggal akibat kanker yang disebabkan oleh udara yang buruk. Dan, separuh dari kasus ini terjadi di Cina atau Asia Timur.

    Kanker paru-paru tidak hanya menyerang orang dewasa. Belum lama ini, seorang gadis berusia 8 tahun meninggal akibat penyakit mematikan ini. Dan, dokter mengatakan, kanker yang diderita si bocah merupakan dampak dari kualitas udara yang buruk.

    Meskipun demikian, tak dapat dipungkiri bahwa Cina juga merupakan konsumen terbesar di dunia rokok. Satu juta orang diperkirakan meninggal setiap tahun akibat penyakit yang terkait dengan tembakau di Cina. Sebagian besar dari mereka terkena infeksi paru-paru, termasuk tuberkulosis dan kanker paru-paru.

    Namun, dalam 14 tahun terakhir, jumlah perokok di Cina sudah berkurang dari 63 persen pada 1996 menjadi 54 persen pada tahun 2010. Sebagian besar dari mereka adalah pria lanjut usia, sementara 2 persennya adalah kaum wanita. Sementara itu, di Beijing, yang memiliki kualitas udara terburuk di Cina, hanya sekitar 15 persen penduduknya yang merokok.

    ANINGTIAS JATMIKA | DAILY MAIL

    Berita Lainnya :
    Cerita Lengkap Megawati tentang Karier Jokowi
    5 Anak Pejabat yang Berurusan dengan Aparat
    Marzuki: Tempo, Nanti Ketemu di Surga atau Neraka
    Misteri Bungker Kuno di Solo Mulai Terkuak
    Menteri UKM: Rakyat Tak Tahu Terima Kasih
    11 Spesies yang Bisa Binasakan Planet Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.