Habiskan Waktu Nonton Televisi, Picu Masalah Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seorang anak bermain video games di pengungsian di California (17/11). Sejumlah warga terpaksa mengungsi akibat kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut. Foto: AP/Mark J. Terrill

    Seorang anak bermain video games di pengungsian di California (17/11). Sejumlah warga terpaksa mengungsi akibat kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut. Foto: AP/Mark J. Terrill

    TEMPO.CO, New York - Cara orangtua memantau kebiasaan anak-anak mereka menonton televisi dan video game ternyata ada hubungannya dengan prestasi anak-anak tersebut di sekolah. Hubungan anak-anak tersebut dengan teman sebaya bisa mempengaruhi berat tubuhnya, demikian sebuah studi mengungkapkan.

    "Ini memang efek yang kecil, tetapi yang paling menarik dari hasil studi ini adalah kami melacak anak-anak tersebut dari waktu ke waktu dan efek ini terbangun," kata ketua penulis hasil riset dan psikolog di Iowa State University, Douglas Gentile, seperti dikutip Reuters edisi 31 Maret 2014.

    Menurut Gentile, para ilmuwan tidak bisa mengatakan bahwa anak-anak akan mengalami kenaikan berat badan setiap kali menonton televisi atas izin orang tuanya. Tetapi ada perubahan yang bisa diukur yang kemungkinan para orang tua tidak memperhatikannya. "Ini memang kecil tetapi perubahan kecil ini terakumulasi sepanjang waktu," cetus dia.

    Gentile dan rekan-rekannya yang menulis di JAMA Pediatrics mengungkapkan bahwa penelitian sebelumnya menemukan bahwa anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu untuk menonton televisi, film, dan bermain video game dibandingkan aktivitas lainnya selain tidur. Peningkatan waktu terpapar layar (screen time) ada hubungannya dengan sejumlah masalah pada anak-anak, termasuk kurangnya waktu tidur dan prestasi sekolah serta kelebihan berat badan.

    American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa anak-anak yang berusia lebih dari dua tahun paling banyak terpapar screen time antara satu hingga dua jam. Para ilmuwan mencatat bahwa banyak anak yang melebihi rekomendasi tersebut. Studi ini melibatkan 1.323 anak-anak dari Iowa dan Minnesota. Data dikumpulkan dari mereka, orang tua mereka dan sekolah mereka.

    Secara keseluruhan, para ilmuwan menemukan bahwa orang tua yang bertindak keras pada screen time anak-anaknya, membatasi waktu mereka menonton dan membicarakan pertunjukan di televisi, ternyata anak-anaknya lebih berprestasi di sekolah, lebih cukup waktu tidurnya dan tidak seagresif temannya yang lain.

    Tidur cukup juga ada kaitannya dengan skor body massa index (BMI) yang lebih rendah di antara anak-anak  yang merupakan pengukur berat tubuh dikaitkan dengan tinggi badan.

    REUTERS I ARBA'IYAH SATRIANI

    Berita Lain:
    Konser yang Paling Diingat GIGI: Yogya
    Filosofi Jawa Kuno Tujuh Bulanan Arumi Bachsin
    Video Musik Coke Bottle, Agnez Mo Tayang Hari Ini 
    Mimpi GIGI di Ultah ke-20, Tampil di Kecamatan

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.