Kenali 6 Syarat Bikin Loteng Nyaman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sejumlah orang mengambil gambar lukisan berjudul

    Sejumlah orang mengambil gambar lukisan berjudul "Sunset at Montmajour" karya Maestro Belanda Vincent van Gogh yang baru saja ditemukan dalam konferensi pers di Museum Van Gogh, Amsterdam, Senin (9/9). Lukisan yang ditemukan di sebuah loteng rumah di Norwegia ini merupakan lukisan di atas kanvas utuh karya Van gogh pertama sejak terakhir ditemukan pada tahun 1928. AP/Peter Dejong

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski bukan perkara mudah, tetapi ada hal yang harus diperhatikan untuk membuat loteng nyaman. Pada akhir pekan lalu, Indera Kencana, arsitek dari Biro Arsitektur Lormahitala menjelaskan tentang bangunan yang tinggi merupakan syarat loteng yang bisa dipugar sebagai ruang tambahan. (Baca: Changgyeonggung, Istana Pengamat Langit)

    Indera juga memberikan enam syarat untuk mewujudkan loteng nyaman ini sebagai berikut:

    1. Sirkulasi udara
    “Hidup" di loteng di daerah tropis mesti bersahabat dengan panas. Karena itu, pada desain loteng rumah Felicia, Indera mengusung konsep cross ventilation, dengan meletakkan dua bukaan seperti jendela dalam posisi berhadapan. Tujuannya agar udara bisa leluasa keluar-masuk. Cara lainnya untuk mengurangi gerah adalah dengan meletakkan glass wool—bahan pereduksi panas dari serat kaca—sebelum memasang plafon. Jika masalah sirkulasi udara beres, alat penyejuk ruangan pun tak perlu dipasang di loteng. “Yang penting adalah bagaimana menyiasati agar lembap dan panas keluar dari ruangan,” kata Hikmat.

    2. Ketinggian
    Dinamakan loteng, kata Indera, jika derajat kemiringan atap sekitar 30-35 derajat untuk atap lurus maupun segitiga. Untuk ketinggian atap sendiri wajib menyesuaikan tinggi penghuninya. “Biar kepalanya enggak menyundul atap,” ujar Indera. Namun idealnya, loteng memiliki ketinggian 2 meter untuk area berdiri, dan 1,6 meter untuk area duduk. Pemanfaatan ruang pada loteng bisa menyesuaikan ketinggian. Misalnya, bagian tengah loteng yang tinggi bisa diproyeksikan untuk tempat penghuni hilir-mudik. Sedangkan bagian pinggir loteng yang pendek, bisa dimanfaatkan sebagai lokasi tempat tidur, kursi belajar, atau perabotan. (Baca: UGM Bangun Kebun Raya Konservasi Anggrek)

    3. Akses ke lantai bawah
    Untuk rumah Felicia, Indera merancang akses loteng ke lantai bawah dengan membangun tangga. Anda juga bisa memilih tangga tarik, jika ruangnya terbatas. Adapun untuk alasan estetika, tangga akses ke loteng bisa “disembunyikan”, misalnya dengan menutupinya dengan lemari.

    4. Lantai
    Agar loteng rumah makin adem, Anda bisa menggunakan elemen kayu untuk lantainya. Harga kayu berkualitas baik yang cukup mahal bisa disiasati dengan laminate atau kayu pabrik. (Baca: Pinachoteque de Paris Buka di Singapura)

    5. Tahan bocor
    Indera menjelaskan atap bocor bisa terjadi jika pemasangan gentingnya tidak pas. “Kalau konstruksinya sejak awal betul, overlapping gentengnya juga benar, atap tak bakal bocor," kata Indera. "Atau kalau lebih aman, bisa memasang genteng beton."

    6. Bebas gelap
    Untuk mengakali gelap pada loteng, Anda bisa mengaplikasikan skylight alias genting kaca, selain bukaan berupa jendela. Besar-kecilnya dimensi skylight bergantung pada luas dan jumlah ruang di loteng. "Jika loteng hanya punya satu ruangan, Anda tak perlu membuat skylight terlalu besar," kata Hikmat. (Baca: Apartemen Tertinggi di Sidoarjo Segera Dibangun)

    ISMA SAVITRI | HP

    Terpopuler
    Tangis Haru Victoria Beckham di BFA 2014
    Budokon, Yoga Kombinasi Beladiri
    Tuberkulosis Tak Sembuh, Bisa Jadi AIDS
    Tangis Haru Victoria Beckham di BFA 2014
    Tak Semua Penderita Kanker Bisa Diterapi Target


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.