Rabu, 14 November 2018

Studi Ini Menunjukkan Orang Single Lebih Bahagia, Setuju?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita lajang bahagia. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita lajang bahagia. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika Anda masih berstatus single, jangan dulu berkecil hati. Penelitian ilmiah menemukan ada banyak keunggulan yang dimiliki para lajang. Memiliki waktu yang bisa dinikmati sendiri adalah salah satunya. Studi terbaru menemukan bahwa lajang bukan hanya cenderung menerima kesendirian, tapi merasakan keuntungannya. Orang lajang cenderung memiliki jejaring sosial yang lebih kuat. Baca: Apa yang Dilakukan Paspampres Saat Tidak Mengawal Presiden?

    Pada 2015, peneliti sosial bernama Natalia Sarkisian dan Naomi Gerstel mulai mengeksplorasi bagaimana variasi hubungan dengan saudara, tetangga, dan teman antara orang dewasa di Amerika yang single dan sudah menikah. Mereka menemukan bahwa para lajang tidak hanya cenderung sering berinteraksi dengan jejaring sosial mereka, tapi juga cenderung memberi dan menerima bantuan dari orang-orang ini lebih sering dibandingkan dengan teman-temannya yang sudah menikah.

    Hasil ini tetap stabil meskipun para ilmuwan memperhitungkan faktor-faktor lain, seperti ras, jenis kelamin, dan pendapatan. Sederhananya, "melajang meningkatkan hubungan sosial, baik wanita maupun pria," kata Sarkisian dan Gerstel di koran mereka. Baca: Bila Lelah, Kartika Putri Senang Dihibur Kucing

    Membina persahabatan adalah kunci menua dengan bahagia dan meningkatkan kebahagiaan, berdasarkan penelitian terbaru.

    Salah satu dari penelitian, yang diterbitkan pada 2008 di British Medical Journal, menemukan bahwa orang-orang yang secara rutin berinteraksi dengan 10 orang lain atau lebih secara signifikan merasa lebih bahagia daripada mereka yang tidak melakukannya, dan orang-orang yang temannya lebih sedikit pada umumnya merasa kurang bahagia. Teman yang bukan anggota keluarga Anda mungkin sangat penting. Baca: 10 Hal Sepele Ini Bisa Buat Rencana Pernikahan Batal

    Dalam sebuah studi yang melibatkan hampir 280 ribu orang, William Chopik, asisten profesor psikologi di Michigan State University, menemukan bahwa pertemanan menjadi semakin penting seiring dengan bertambahnya usia. Pada orang tua, persahabatan berperan besar untuk kesehatan dan kebahagiaan dibanding hubungan dengan anggota keluarga. "Menjaga hubungan baik dengan beberapa teman bisa membuat perbedaan besar bagi kesehatan dan kesejahteraan kita," kata Chopik dalam sebuah pernyataan. "Jadi menjaga persahabatan yang membuat Anda merasa sangat bahagia adalah hal cerdas."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.