Hate Speech di Media Sosial, Intip 3 Jurus Menghindarinya

Ilustrasi Facebook dan Twitter/ media sosial. REUTERS/Dado Ruvic

TEMPO.CO, Jakarta - Pencemaran nama baik di media sosial kembali diperbincangkan. Kali ini, gara-gara Arseto Suryoadji yang resmi menjadi tersangka dalam kasus ujaran kebencian yang dilakukannya.

Beberapa hari lalu, Arseto dilaporkan oleh Jokowi Mania (Joman) dengan dugaan pencemaran nama baik di media sosial. Ia mengunggah video ke Facebook dan Instagram, dan menuding pendukung Joko Widodo menjual undangan pernikahan anak Jokowi dengan harga Rp 25 juta. Dalam video viral itu, Arseto juga menyebut Jokowi dan para pendukungnya sebagai koruptor.

Baca juga:
Bosan I Love You? Ungkapkan Cinta dengan 8 Cara Ini
Paskah 2018: Tradisi Aneh dan Unik Merayakan Paskah di 5 Negara

Banyaknya kasus hate speech atau ujaran kebencian, khususnya media sosial, saat ini sangat memprihatinkan. Apa sebetulnya hate speech?

Huffington Post melaporkan bahwa perkataan yang mendorong kebencian adalah saat seseorang mengungkapkan hal yang benar-benar berbahaya atau menyinggung, baik kepada orang lain atau sekelompok orang tertentu. Sebut rasisme, seksisme, homofobia, dan lainnya.

Penting untuk melindungi hak dan kebebasan setiap individu tidak peduli siapa mereka atau apa mereka. Maka dari itu, penting juga bagi Anda untuk mengetahui batasan dan menghindari tindakan yang mengarah kepada ujaran kebencian.

Dilansir dari situs UNESCO, inilah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari tindak ujaran kebencian dalam penggunaan media sosial Anda.

#Perlunya didikan tentang etika media
Pendidikan tentang etika media harus berfokus pada hak dan kebebasan dalam menciptakan masyarakat yang damai. Menghadapi kebencian dimulai dengan kesadaran bahwa meskipun kebebasan berekspresi adalah hak asasi manusia yang mendasar, kemunculan media sosial telah menciptakan berbagai wadah untuk membuat dan menyebarkan ujaran kebencian. 

Baca: Ini 4 Dampak yang Muncul jika Konsumsi Makanan Mengandung Cacing

#Mengatur media sosial
Dengan mempelajari dan mengetahui etika serta undang-undang yang berlaku, atur penggunaan media sosial Anda lebih positif. Hindari mengikuti akun-akun yang memicu kebencian. Jika perlu, Anda bisa melaporkan akun atau perkataan tersebut kepada pihak aplikasi untuk menghilangkan konten itu dari media sosial.

#Mendorong korban dan saksi untuk melaporkan kejahatan yang terkait dengan kebencian
Tindak ujaran kebencian kerap tidak terlihat hanya karena banyak korban yang tidak tahu ke mana harus melaporkan kasus. Bahkan, terkadang korban tidak sadar bahwa dia adalah korban dari ujaran kebencian. Oleh karena itu, bangun kesadaran diri Anda untuk meminimalkan maraknya tindakan ujaran kebencian di media sosial dengan membantu korban atau diri sendiri melaporkan jika mengalami tindak ujaran kebencian.

HUFFINGTONPOST | UNESCO | NJITVECTOR






Viral Perawat di Palembang Diduga Lakukan Malpraktik terhadap Bayi, Apa Hukumannya?

3 jam lalu

Viral Perawat di Palembang Diduga Lakukan Malpraktik terhadap Bayi, Apa Hukumannya?

Kasus perawat potong jari bayi di RS Muhammadiyah Pelmbang menggegerkan. Perbuatannya diduga malpraktik, apakah itu?


19 Tahun Facebook, Begini Mark Zukerberg Mula-mula Rancang Platform Ini

15 jam lalu

19 Tahun Facebook, Begini Mark Zukerberg Mula-mula Rancang Platform Ini

Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg pada 4 Februari 2004. Begini awal mula ia membangun dan kemudian mengembangkan fiturnya.


Mengenal Apa Itu Hikaku Sitatter dan Cara Menggunakannya

1 hari lalu

Mengenal Apa Itu Hikaku Sitatter dan Cara Menggunakannya

Situs Hikaku Sitatter memungkinkan seseorang untuk membandingkan tinggi badannya dengan orang lain tanpa perlu bertemu secara langsung


5 Kiat Mencegah Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain agar tak Berisiko Buruk

1 hari lalu

5 Kiat Mencegah Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain agar tak Berisiko Buruk

Keadaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain atau social comparison


Viral Pekerja PT SAI Apparel Industries Kerja Lembur Tak Dibayar, Kemnaker: Ada Pelanggaran

1 hari lalu

Viral Pekerja PT SAI Apparel Industries Kerja Lembur Tak Dibayar, Kemnaker: Ada Pelanggaran

Usai video viral, Kemnaker memeriksa dan menemukan PT SAI Apparel Industries melakukan pelanggaran karena tak membayar lembur pegawainya.


Siaran Langsung Belanja di Toko Online

1 hari lalu

Siaran Langsung Belanja di Toko Online

Berjualan lewat siaran langsung kini menjadi tren toko online. Para pemandunya menjadi profesi baru yang menjanjikan.


Innisfree Tuntut Twitter Sebesar 1,9 Juta Dolar AS

1 hari lalu

Innisfree Tuntut Twitter Sebesar 1,9 Juta Dolar AS

Twitter diduga tidak membayar tagihan atas jasa yang telah mereka gunakan.


Kate Middleton Akui Membesarkan Anak di Era Ini Terasa Sulit

2 hari lalu

Kate Middleton Akui Membesarkan Anak di Era Ini Terasa Sulit

Kate Middleton mengatakan bahwa seorang anak butuh dukungan emosional, bukan sekadar mendapat mainan atau hadiah.


20 Aplikasi Paling Kuras Baterai Ponsel versi Survei pCloud

4 hari lalu

20 Aplikasi Paling Kuras Baterai Ponsel versi Survei pCloud

Sejumlah aplikasi yang biasa digunakan di smartphone ternyata tergolong rakus menguras baterai. Bukan cuma aplikasi media sosial.


Mengunggah Video Kunjungan ke Penjara, Lima Pembuat Konten Mesir Ditahan

4 hari lalu

Mengunggah Video Kunjungan ke Penjara, Lima Pembuat Konten Mesir Ditahan

Pembuat konten Mesir menghadapi dakwaan seperti menerbitkan berita palsu dan menggunakan akun media sosial untuk tindakan terorisme.