Rabu, 17 Oktober 2018

Cegah Kanker dengan 6 Gaya Hidup Penting Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sel kanker. shutterstock.com

    Ilustrasi sel kanker. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang profesor di MD Anderson Cancer Center di Amerika Serikat, Lorenzo Cohen, dalam penelitian terbarunya, mengungkapkan bahwa terdapat enam hal yang dapat membantu mencegah atau menunda kanker. Penelitian ini diterangkan dalam pilar-pilar gaya hidup antikanker/Mix of Six pada buku berjudul Anticancer Living, yang ditulis bersama dengan istrinya, Alison Jefferies.

    Cohen secara jelas mengidentifikasi enam hal yang semuanya terkait dengan risiko kanker dan pengaruhnya bagi penderita kanker. Berikut ini Mix of Six yang dimaksudkan oleh Cohen, seperti dilansir dari British Telecommunication (BT), Rabu, 27 Juni 2018.

    Baca: Selena Gomez Beri Kejutan untuk Remaja Penyintas Kanker

    1. Cinta dan dukungan
    Menurut Cohen, cinta dan dukungan secara khusus dapat mempengaruhi bagaimana sel berfungsi dan mengekspresikan gen yang mengendalikan kesehatan. Hal ini sejalan dengan penelitian di Harvard University terhadap 750 ribu pasien kanker. Tim peneliti menemukan bahwa orang yang sudah menikah memiliki kesempatan bertahan hidup 20 persen lebih baik daripada orang yang masih lajang, bercerai, ataupun janda.

    Cohen menyarankan, jika tidak dengan pasangan, cinta dan dukungan itu bisa juga dari teman. Dengan itu, Anda bisa mengubah gaya hidup dan menciptakan tim pendukung. Carilah kesempatan untuk berbagi pengalaman dengan orang-orang terkasih.

    2. Manajemen stres
    Aspek ini dinilai sangat penting menurut Cohen. Pasalnya, stres kronis berdampak negatif terhadap sebagian besar proses biologis, mengurangi efek menguntungkan dari makanan sehat, dan mempercepat proses penuaan. Cohen menyarankan mencoba aktivitas manajemen stres, seperti meditasi, yoga, ataupun tai chi setiap hari sekitar 10 menit, bisa pada pagi hari, sebelum tidur, atau ketika sedang beristirahat di siang hari.

    Ketika stres meningkat, hentikan apa yang tengah Anda lakukan, ambil napas dalam-dalam untuk membantu menjernihkan pikiran. Pusatkan diri Anda dengan mengenali pemicu stres, membayangkan hasil yang ideal, dan berpindah ke tempat yang tenang.

    Baca: Tunggu Hasil Pilkada Serentak 2018, Jaga Sikap dan Ucapan

    3. Tidur
    Ketika Anda tidak beristirahat dengan baik, ada efek negatif terhadap kanker, termasuk peradangan yang meningkat dan penurunan fungsi kekebalan yang membuat Anda rentan terhadap infeksi dan memungkinkan pertumbuhan kanker. Cobalah tidur tujuh hingga delapan jam setiap malam untuk meningkatkan kesehatan. Tetapkan waktu tidur untuk diri sendiri dan patuhi itu secara konsisten. Pantau diri Anda untuk mengurangi stimulan, seperti kafein, alkohol, dan gula sebelum tidur.

    4. Aktivitas fisik
    Sangat penting membatasi perilaku diam atau menetap alias tidak bergerak atau tidak berolahraga. Pasalnya, ini setara dengan risiko kesehatan merokok atau obesitas. Berbagai penelitian menunjukkan orang yang rutin berolahraga memiliki risiko lebih rendah terkena kanker. Seperti analisis dari 52 penelitian pada 2009 yang menemukan bahwa orang yang sangat aktif secara fisik memiliki risiko 24 persen lebih rendah terkena kanker usus besar daripada orang yang lebih banyak menetap.

    Berolahraga secara teratur setidaknya 30 menit sehari, 5 hingga 6 hari seminggu, adalah gaya hidup yang sehat. Pakailah alat pengukur langkah dan lakukan minimal 10 ribu langkah sehari, serta berusahalah duduk lebih sedikit. Gabungkan aktivitas fisik bila memungkinkan setiap hari dengan selalu naik tangga, berjalan di eskalator, dan berdiri di meja atau saat menonton TV.

    5. Diet
    Cohen menunjukkan bahwa analisis dari 95 studi menemukan orang yang secara teratur makan 10 porsi buah dan sayuran sehari memiliki risiko yang secara signifikan lebih rendah terkena penyakit kronis, termasuk kanker dan penyakit jantung. Isi setengah dari piring dengan sayuran dan cobalah mengganti daging dengan kacang empat kali sepekan. Sebisa mungkin hindari makanan olahan dan batasi makanan seperti permen dan camilan asin.

    Baca: Kanker Kerongkongan Alasan Kematian Ari Malibu, Simak Faktornya

    6. Environmental toxins
    Environmental toxins menjadi pengganggu endokrin (hormon), seperti bisphenol A (BPA) dan paraben yang terlibat dalam obesitas, risiko kanker, dan penyakit lain. Bahan kimia lain yang kita hadapi setiap hari juga telah diklasifikasikan sebagai karsinogen, termasuk styrofoam dan formaldehida.

    Cohen menyarankan penggunaan wadah kaca untuk penyimpanan dan botol air stainless steel untuk mengurangi paparan plastik yang mengandung BPA atau pengganggu endokrin berbasis plastik lainnya. “Menciptakan lingkungan antikanker dimulai di rumah dan dimulai dengan apa yang Anda mengekspos diri sendiri secara sukarela,” kata Cohen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.