Senin, 24 September 2018

Minyak Esensial Solusi Stres Penduduk Kota, Tilik 4 Jenisnya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi minyak esensial rosemary. jujuaroma.com

    Ilustrasi minyak esensial rosemary. jujuaroma.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Istilah ‘therapeutic essential oil’ merujuk pada minyak esensial atau atsiri yang memiliki kualitas terapi yang dapat memberikan manfaat baik untuk kesehatan secara fisik maupun mental.

    Minyak esensial  sendiri adalah cairan yang diproduksi melalui proses destilasi dari daun-daun, batang, bunga, akar, kulit, buah atau bagian lain dari tanaman.

    Minyak Esensial di dunia sebenarnya telah digunakan sejak dulu. Di Indonesia sendiri, minyak gosok, seperti minyak kayu putih dan minyak telon merupakan salah satu bentuk penggunaan essential oil. Karena kandungan zat aktif yang memiliki efek terapi, minyak esensia dapat digunakan sebagai salah satu media pengobatan alternatif dari alam.

    Baca juga:
    Ini Dia 7 Jurus Sukses ala Rumah yang Bisa Mendongkrak Karir
    Cacing Ancam 25 Persen Penduduk Dunia, Obat Kunyah Solusinya?
    Heboh Piala Dunia 2018:Tilik Kisah Kaus Kaki Southgate,Takhayul?

    Setelah diekstrasi, minyak esensial tersebut nantinya mengandung unsur-unsur kimia yang antara lain ; Acid, Alcohols (Monoterpenols and Sesquiterpenols), Aldehydes, Coumarins, Esthers, Ketones, Lactones, Terpenes (Monoterpenes and Sesquiterpenes), Oxides, Phenols yang mana semakin tinggi kadar persentase bahan aktif, akan semakin efektif dan efisien dalam memberikan manfaat baik bagi pengguna minyak esensial.

    Pakar Therapeutic Oil, Maria Satiaputri menyampaikan, Istilah therapeutic essential oil merujuk pada minyak esensial atau minyak atsiri yang memiliki kualitas terapi yang dapat memberikan manfaat baik untuk kesehatan secara fisik maupun mental. Untuk memastikan manfaat baik ini, minyak esensial dipilih secara hati-hati oleh praktisi aromatheraphy dengan mempertimbangkan beberapa faktor seperti kemurnian, kandungan serta kualitas,” ungkap Maria.

    Lebih lanjut, Maria juga menjelaskan, zat-zat tersebut dapat memilki kemampuan anti septik, anti bakteria, sedative, immune system booster, menyegarkan, menenangkan, mengatasi stress, anti oksidan, serta menangkal penyerapan radikal bebas. Zat-zat ini pula yang memberikan aroma & warna yang khas pada essential oil.

    Produk minyak esensial yang beredar dipasaran saat ini umumnya terdiri dari 4 jenis, yakni :
    1. Synthetic Oil : ini merupakan jenis esensial oil yang sama sekali tidak menggunakan unsur tanaman di dalamnya (sintetis)
    2. Extended Oil : jenis ini merupakan penambahan campuran lain seperti vegetable oil, minyak esensial lain yang lebih murah, alkohol atau larutan lainnya dan melalui proses alterasi di laboratorium untuk menghasilkan bau-bauan yang lebih harum.
    3. Food grade : essential oil yang sepenuhnya berasal dari tanaman, namun tidak seluruhnya mengandung komponen therapeutic dan ditujukan untuk menambah rasa dan aroma dalam industri makanan.
    4. Therapeutic oil : serupa dengan Food Grade, hanya saja jenis esensial ini merupakan grade dengan kemurnian tertinggi, dimana dibutuhkan setidaknya 60 bunga segar untuk menghasilkan satu tetes minyak atsiri jenis Therapeutic. Kepadatan molekul minyak atsiri tingkat Therapeutic lebih terkonsentrasi. Jenis ini memiliki manfaat lebih dalam hal keseimbangan kesehatan fisik, mental dan emosional serta spiritual.

    Penggunaan minyak esensial sendiri tentunya sangat cocok bagi masyarakat khususnya di kota-kota besar yang padat mobilisasi serta rentan dengan stres yang menyebabkan kondisi seseorang mudah terserang berbagai penyakit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep