Rabu, 19 Desember 2018

Minyak Kelapa Bisa Jadi Pasta Gigi? Tilik 3 Bahan Alami Lainnya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • VCO (Pixabay.com)

    VCO (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada banyak risiko kesehatan kalau kita tanpa sengaja menelan pasta gigi. Paling tidak, kandungan sodium florida alias fluoride hingga kini masih kontroversial penggunaannya pada pasta gigi.

    Selain itu, pasta gigi yang mudah kita jumpai saat ini umumnya juga mengandung pengawet, pewarna sintetis, dan pemanis buatan.

    Oleh sebab itu, tidak ada salahnya kalau kita mulai melirik bahan-bahan alami berikut ini sebagai pengganti pasta gigi.

    Baca juga:
    Makna Angka 7 di Balik Pertunangan Justin Bieber & Hailey Baldwin
    Kucing Ini Wajahnya Mirip Manusia, Photoshop?

    Heboh Syahrini Pakai Tas KW, Tilik 4 Trik Mengenali Produk Palsu


    Garam
    Garam memiliki kandungan mineral yang tinggi sehingga bisa membantu kita merawat kesehatan gigi. Kandungan garam juga bisa memutihkan gigi. Akan tetapi, penggunaan garam laut secara langsung pada gigi bisa membuat gusi dan bibir jadi lecet.
    Ilustrasi garam epsom. shutterstock.com

    Sebaiknya campur garam laut dengan bahan lain seperti tanah liat atau air sebelum digunakan untuk menggosok gigi. 


    Minyak Kelapa
    Minyak kelapa atau Virgin Coconut Oil bisa jadi pilihan bagus untuk mengganti pasta gigi kita. Pasalnya, bahan ini punya manfaat anti jamur dan anti bakteri yang baik untuk menjaga kondisi gigi dan mulut.


    Baking Soda
    Menggunakan baking soda untuk menyikat gigi bermanfaat untuk menghilangkan kotoran dan plak pada gigi. Namun, sama halnya dengan garam. Penggunaan baking soda secara langsung bisa menyebabkan lecet pada gusi dan mulut.


    Tanah Liat
    Penggunaan bahan ini untuk mewarat kebersihan gigi sudah dilakukan sejak zaman dahulu. Kakek dan nenek kita mungkin familiar dengan penggunaan tanah liat sebagai pasta gigi. Tanah liat konon dapat memutihkan gigi, termasuk akibat sering meminum kopi, teh, atau merokok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.