4 Penyebab Kehilangan Nafsu Makan, Awas Penyakit Serius

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pria sakit demam. shutterstock.com

    Ilustrasi pria sakit demam. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kehilangan nafsu makan adalah hal yang biasa. Kadang-kadang itu hanya masalah psikologis, tapi bisa jadi itu merupakan tanda masalah kesehatan.

    Baca juga: 
    Makanan Olahan Bisa Tambah Nafsu Makan Hingga Akhirnya Obesitas

    “Alasan utama kehilangan nafsu makan berhubungan dengan penyakit, misalnya demam atau gastrointestinal (masalah lambung dan usus),” kata pakar gizi di Ohio State University, Kacie Vavrek RD, seperti dikutip Men’s Health, Kamis, 29 Mei 2019

    Selain itu, masalah psikologi dan pengobatan juga dapat mempengaruhi nafsu makan. Berikut beberapa alasan mengapa Anda kehilangan nafsu makan.

    1. Demam atau Infeksi

    Direktur Medis Marina Del Rey Hospital’s Dr. Jeremy Korman mengatakan kehilangan nafsu makan adalah hal yang biasa. Umumnya hal ini terjadi ketika sel darah putih melepaskan sitokin yang membantu melawan infeksi. "Sitokin adalah bahan kimia yang bersirkulasi dalam darah ke otak dan menyebabkan demam dan kelelahan, selain kehilangan nafsu makan," katanya.

    Infeksi bakteri seperti radang paru-paru dan juga dapat menyebabkan nafsu makan menurun drastis. Tapi itu akan kembali pulih ketika pulih.

    2. Stres dan Kecemasan

    Stres dan kecemasan juga dapat menyebabkan Anda kehilangan nafsu makan. Menurut laman Harvard health, alasannya adalah karena stres menyebabkan tubuh Anda melepaskan hormon yang disebut epinefrin, juga disebut adrenalin, yang menyebabkan nafsu makan berkurang.

    Tapi hal sebaliknya akan terjadi jika stres berlangsung terus-menerus. Tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol yang meningkatkan nafsu makan. Sayangnya orang yang mengalami ini kadang-kadang terlalu memikirkan penyebab stresnya sehingga tidak memikirkan makan.

    "Mereka yang berhenti makan begitu fokus pada stres mereka sehingga mereka tidak mendengar atau mendengarkan isyarat lapar mereka," kata Psikolog Susan Albers, PsyD, dalam sebuah unggahan Klinik Cleveland.

    3. Obat-obatan

    Sebagian obat-obatan menimbulkan efek samping, seperti masalah usus dan lambung, mual, sakit perut, atau diare. Masalah ini akan menyebabkan Anda kehilangan selera makan. Selain itu, Healthline menyebut bahwa obat-obatan keras seperti kodein dan morfin - serta beberapa antibiotik – dapat membunuh keinginan makan.

    4. Cuaca

    Vavrek mengatakan, saat cuaca panas umumnya orang lebih senang makan makanan ringan seperti salad dan buah segar. Sebagian lagi bahkan memilih melewatkan makan besar. "Lingkungan yang panas dapat menekan nafsu makan Anda, sedangkan lingkungan yang dingin dapat meningkatkan nafsu makan," katanya.

    5. Penyakit yang tidak diketahui

    Selain masalah di atas, berkurangnya nafsu makan bisa disebabkan penyakit lain seperti diabetes dan kanker. Hanya saja, kadang-kadang penyakit ini tidak mudah dideteksi. Biasanya akan muncul gejala lainnya yang tidak terlalu jelas.

    Baca juga: Jangan Mencuci Daging Ayam sebelum Dimasak, Intip Alasannya

    Menurut Vavrek, jika berat badan Anda turun drastis atau kehilangan nafsu makan selama lebih dari empat hari tanpa sebab yang jelas, Anda harus segera menemui dokter. Semakin dini diketahui, semakin cepat pula masalah diatasi. 

    MEN'S HEALTH | HARVARD HEALTH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.