Dokter: Terlalu Banyak Makan Daging Kambing Sebabkan Sembelit

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kambing Bakar. Shutterstock

    Ilustrasi Kambing Bakar. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Di Hari Raya Idul Adha, hidangan dari daging kambing adalah santapan yang sulit ditolak. Namun ingat, konsumsinya jangan berlebihan. Akademisi dan praktisi kesehatan Profesor Dr. dr. Ari Fahrial Syam Sp.PD-KGEH menerangkan bahwa mengonsumsi daging secara berlebihan dapat menyebabkan sembelit atau sulit buang air besar karena tubuh kekurangan serat.

    "Dari sisi pencernaan, dampak langsung akibat mengonsumsi daging kambing berlebihan adalah sembelit. Daging merah merupakan salah satu makanan yang membuat usus ekstra berat untuk mengeluarkannya," kata Ari.

    Oleh karena itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut menganjurkan masyarakat untuk banyak mengonsumsi sayur-sayuran juga saat Hari Raya Idul Adha. Selain itu, konsumsi daging kambing berlebih juga bisa berdampak pada seseorang yang memiliki riwayat penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), di mana asam atau isi lambung balik arah ke atas kembali ke kerongkongan.

    "Maka GERD-nya akan bertambah parah setelah mengonsumsi daging kambing berlebihan. Apalagi setelah mengonsumsi daging langsung tidur karena kekenyangan sehingga akan mencetuskan keluhan penyakit GERD-nya," katanya.

    Selain itu juga bisa memicu efek jangka panjang berupa peningkatan kadar lemak dan kolesterol darah jika daging merah ini dikonsumsi dalam waktu yang lama. Daging kambing dan sapi termasuk kelompok daging merah yang banyak mengandung lemak.

    Lemak hewani biasanya mengandung lemak jenuh, dan lemak jenuh ini banyak mengandung LDL atau lemak jahat yang bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah baik di otak maupun jantung. Selain lemak, daging kambing juga mengandung protein hewani. Protein dibutuhkan oleh tubuh untuk menggantikan sel-sel yang rusak dan sebagai zat pembangun.

    Namun, Ari mengingatkan agar tidak mengonsumsi daging kurban baik itu sapi atau kambing secara berlebihan. "Daging kambing dan sapi yang akan menjadi santapan utama Hari Raya Kurban. Sekali lagi, mengandung zat gizi yang memang kita butuhkan, tetapi kalau jumlahnya berlebihan akan mengganggu kesehatan," kata Ari.

    Dia mengingatkan agar masyarakat jangan lupa mengimbangi dengan banyak makan buah dan sayur untuk mengurangi efek samping dari makan daging berlebihan. Selain untuk memperlancar buang air besar, serat yang terkandung dalam sayur dan buah-buahan akan mengurangi serapan kolesterol di usus halus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.