Turunkan Risiko Kanker, Ganti Daging dengan Tahu Tempe

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kanker (pixabay.com)

    Ilustrasi kanker (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanker adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti. Apabila tidak segera ditangani dan menjalar hingga stadium lanjut, kemungkinan pasien meninggal sangat besar.

    Apesialis bedah digestif A. Hamid Rochanan pun membagikan kiatnya agar bisa meminimalisir risiko kanker. Menurutnya, hal pertama dan wajib untuk dilakukan adalah mengontrol pola makan dan minum.

    Dalam hal ini, ia mengatakan bahwa jenis makanan yang tidak disarankan ialah daging, khususnya yang telah menginjak usia 40 tahun ke atas, di mana risiko penyakit dari daging, seperti kolesterol dan darah tinggi, bisa diderita. Oleh karena itu, ia meminta untuk mengganti daging dengan jenis yang lebih bergizi.

    Daging coba ditukar dengan ikan, tahu, dan tempe, sama-sama mengandung banyak protein tapi lebih ramah bagi kesehatan,” katanya.

    Sedangkan dari segi minuman, Hamid menyarankan untuk menghindari yang berwarna dan bersoda sebab kandungan dari keduanya, yakni zat karsinogen, dipercaya sangat berkontribusi untuk mempercepat kemungkinan kanker.

    “Sebenarnya kalau diminum sesekali, tidak apa. Tapi jangan keterusan, misalnya setiap hari harus minum. Ini yang membahayakan karena terus memupuk zat jahat,” katanya.

    Selain mengatur pola makan, ia juga menegaskan pentingnya berhenti merokok. Selain ditemukan pada minuman berwarna dan bersoda, zat karsinogen juga bisa didapati dalam setiap batang rokok sehingga tak heran, bukan hanya kanker paru-paru saja yang bisa diderita, namun seluruh jenis kanker lain.

    “Jangan main-main dengan rokok. Dia memang sangat bahaya, khususnya saat berkontribusi untuk menumbuhkan sel-sel abnormal di semua organ tubuh, jadi wajib dihindari,” katanya.

    Terakhir dan tak kalah penting, olahraga atau aktivitas fisik. Hamid mengatakan bahwa asosiasi kanker di Indonesia telah meneliti bahwa olahraga memang bisa menurunkan risiko kanker. Yang disarankan agar mendapatkan hasil maksimal itu adalah dengan bergerak selama 30 menit setiap hari dan minimal dilakukan lima kali seminggu.

    “Gerak bagaimana saja bebas. Yang penting tidak diam atau berada di posisi yang sama terus, pasti jauh dari kanker nanti,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.