Khasiat Jus Mentimun, Tak Hanya Turunkan Tekanan Darah

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi minuman mentimun. shutterstock.com

    Ilustrasi minuman mentimun. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jus mentimun biasanya diminum pasien hipertensi. Kandungan kalium pada mentimun dipercaya dapat mempertahankan kadar sodium sehingga secara langsung bisa mencegah aterosklerosis yang mempengaruhi pengaturan tekanan darah.

    Rupanya, tak sebatas itu saja khasiat jus mentimun. Melansir dari Boldsky, berikut beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari jus mentimun.

    #Membantu memerangi sembelit
    Karena kaya serat larut dan air, jus mentimun dipercaya dapat meningkatkan kesehatan pencernaan. Salah satunya adalah memerangi sembelit. Bila tidak terbiasa langsung mengonsumsi jus mentimun, Anda dapat memulai dengan menambahkan biji wijen dan cuka sari apel guna menambah kelezatan rasa.

    #Mencegah kolesterol dan penyumbatan jantung
    Jus mentimun mengandung kadar potasium tinggi dan sangat baik dalam mengatur tekanan darah. Selain itu, kandungan kalium juga bertindak sebagai elektrolit yang membantu mengatur fungsi seluler sehingga dapat merawat sistem saraf, kontraksi otot, dan fungsi jantung. Dengan kata lain, risiko penumpukan kolesterol di arteri dan penyumbatan jantung pun dapat diminimalisir.

    #Menghindarkan penyakit kronis
    Antioksidan dipercaya dapat memblokir oksidasi radikal bebas dan selalu dikaitkan dengan beberapa jenis penyakit kronis, seperti kanker, jantung, paru-paru, dan penyakit autoimun. Jus mentimun memiliki antioksidan yang tinggi sehingga risiko penyakit kronis pun dapat diturunkan.

    #Mencegah peradangan
    Mentimun mengandung sekitar 96 persen air yang berguna untuk membuat tubuh terhidrasi hingga memelihara kesehatan sel-sel. Tak heran, dengan meminumk jus mentimun, tubuh pun dapat dengan cepat mencegah peradangan, mengurangi rasa sakit dan infeksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.