Hari Tuberkulosis Sedunia, Pasien TBC Rentan Terjangkit Corona

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi obat Tuberkulosis atau TBC. Shutterstock

    Ilustrasi obat Tuberkulosis atau TBC. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Tuberkulosis Sedunia diperingati setiap tanggal 24 Maret. Peringatan TBC itu penting untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dari penyakit menular di saluran pernapasan.

    Indonesia sendiri menduduki peringkat ketiga TBC terbanyak di dunia. Data Kementerian Kesehatan tahun 2019 mengungkapkan bahwa sebanyak 845 ribu orang diindikasikan pasien baru TBC.

    Komite Ahli TBC Indonesia Pandu Riono mengatakan pasien TBC rentan terjangkit virus corona. Ia menjelaskan bahwa TBC termasuk dalam penyakit kronis. “Sama seperti asma, diabetes, hipertensi,” katanya dalam telekonferensi di Jakarta pada Selasa, 24 Maret 2020.

    Pengajar senior di Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Indonesia itu mengatakan bahwa penyakit kronis mudah tertular corona lantaran imunitas tubuh yang rendah. “Berbeda dengan orang sehat, yang sudah memiliki komplikasi pasti sistem imunitas tubuhnya lebih rendah,” katanya.

    Meski begitu, ada jalan keluar yang bisa dilakukan sebagai bentuk pencegahan pasien TBC untuk mengidap Covid-19. Pandu mengatakan bahwa hal paling utama adalah konsumsi obat secara teratur. “Kalau minum obat tidak teratur, kondisi fisik akan semakin melemah dan meningkatkan kemungkinan terpapar penyakit lain,” katanya.

    Selanjutnya, barulah pasien TBC mengikuti imbauan pemerintah layaknya apa yang dikerjakan orang-orang pada umumnya guna memutus rantai penyebaran corona. Ini termasuk menerapkan social distancing dan melakukan pola hidup bersih dan sehat. “Jangan kemana-mana, di rumah saja dan perhatikan pola makan, selalu cuci tangan,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).