Asyiknya Bersepeda Sambil Jualan Kopi dengan Sepeda Kargo

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komunitas Cargo Bike Indonesia di Kebayoran Baru, Jakarta, 7 Juli 2020. TEMPO/Ijar Karim

    Komunitas Cargo Bike Indonesia di Kebayoran Baru, Jakarta, 7 Juli 2020. TEMPO/Ijar Karim

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemilik sepeda kargo Arip Maulana memfungsikan tunggangannya untuk berjualan kopi. Arip sebetulnya memiliki kedai kopi bernama “Ngopi Di Gejogan”, yang berlokasi di Rempoa, Tangerang Selatan. Tapi karena ia juga punya hobi bersepeda, Arip ingin memiliki sepeda multifungsi untuk membawa peralatan kopinya. “Karena selain jualan, saya juga sering bikin acara nyeduh kopi gratisan.” Arip pun memesan sepeda kargo mirip sepeda perpustakaan Kabaca kepada Badrul Alam, dan selesai pada 2018.

    Bentuk sepeda kopi milik Arip mirip sepeda Kabaca. Tapi bagian petinya dibuat lebih panjang dan menggunakan kayu mahoni dan pelat aluminium. Di dalam peti itu Arip biasa membawa biji kopi yang disimpan dalam sejumlah stoples kaca, alat penggiling kopi, kompor dan panci untuk menjerang air, teko, serta aneka alat seduh kopi manual. “Paling jauh sepeda ini sudah sampai ke Puncak, Bogor, dan Bandung,” kata Arip.

    Tapi, secara rutin, ia biasa menggowes sepedanya itu ke tempat-tempat pesepeda kerap mengadakan acara kopi darat, seperti Terowongan Kendal di Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Sebelum pandemi, setiap Kamis malam ia juga kerap nongkrong bersama komunitas sepeda mini di daerah Situ Gintung, Tangerang Selatan, Banten.

    Uniknya, berkat sepeda kopinya itu, Arip sering ditanggap orang untuk mengisi acara hajatan pernikahan hingga tahlilan orang meninggal. “Kalau lagi acara begitu, bisa habis 2 kilo biji kopi.”

    Bersama sepeda kopinya, Arip juga pernah mengalami kejadian lucu. Suatu ketika ia diundang oleh komunitas Bike2Work untuk mengisi acara gowes bareng yang diinisiasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam acara itu, sepeda Arip langsung menjadi pusat perhatian, apalagi ia membagi-bagikan kopi gratis buat peserta. “Tapi, karena disangka berjualan, saya sempat akan diusir oleh petugas Polisi Pamong Praja, padahal sudah ada izin dari gubernur langsung,” seloroh pria 46 tahun itu.

    PRAGA UTAMA | KORAN TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Sirna dalam 6 Nama Kronologi Pelarian Djoko Tjandra

    Setelah 11 tahun, Djoko Tjandra akhirnya ditangkap di Malaysia. Ada nama Pinangki Sirna Malasari dalam pelarian buron kasus cessie Bangk Bali itu.