Jauhi Alkohol dan Merokok, 2 Faktor Pencetus Pembekuan Darah.

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi - Pembekuan atau penggumpalan darah (trombus) di vena. ANTARA/Shutterstock/pri.

    Ilustrasi - Pembekuan atau penggumpalan darah (trombus) di vena. ANTARA/Shutterstock/pri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu penyakit yang cukup menakutkan hingga dapat menyebabkan kematian yaitu, pembekuan darah. Kondisi tersebut merupakan gejala ketika kondisi darah membeku dengan tidak normal. Gumpalan ini bisa menyumbat pembuluh darah dan membuatnya semakin sulit mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

    Pembekuan darah sering terjadi di bagian tubuh manapun, hal ini dikarenakan protein dan trombosit yang menggumpal di dalam pembuluh darah. Penggumpalan ini biasanya sering terjadi pada tubuh bagian kaki atau lengan. Selain itu, gumpalan ini juga sering ditemui pada jantung, otak, dan paru-paru.

    Gangguan pembekuan darah terjadi ketika asupan tubuh akan platelet dan protein tidak mencukupi, sehingga kedua zat tersebut tidak bekerja dengan baik di dalam tubuh. Selain itu, gangguan pembekuan darah juga bisa disebabkan oleh defisiensi vitamin K, efek samping obat-obatan, terlalu lama beraktivitas dengan posisi duduk, dan faktor keturunan.

    Selain itu, penggumpalan darah juga disebabkan oleh kelainan pada darah seperti Trombofilia. Trombofilia merupakan gejala yang dapat menyebabkan pengentalan darah. Ketika menderita penyakit ini, pasien diwajibkan untuk meminum obat yang dapat mencairkan darah setiap hari.

    Kelainan darah selanjutnya yaitu, Deep vein thrombosis atau DVT. Kelainan ini merupakan gejala dari adanya penggumpalan darah di pembuluh darah vena yang menyerang pada bagian kaki. Darah yang tersumbat akan menyebabkan pembengkakan, tubuh tersa nyeri, dan kemerahan.

    Namun, penggumpalan darah dapat dilakukan dengan berolahraga sehingga tubuh tidak lemas dan selalu bergerak. Salah satu cara yang efektif yaitu dengan naik turun tangga ketika di kantor ataupun di rumah. Jika tidak memiliki tangga, dapat melakukan lari-lari kecil atau bersepeda santai.

    Lebih lanjut, penggumpalan darah dapat dicegah dengan pola hidup sehat dan tidak merokok. Untuk menghindari penggumpalan darah sebaiknya tidak mengonsumsi alkohol. Alkohol dapat membuat pembuluh darah menyempit dan darah mengental. Sedangkan rokok, meningkatkan tekanan darah yang memperbesar risiko penggumpalan darah.

    Langkah yang terakhir yaitu, banyak mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin K. Vitamin K memiliki peran yang cukup vital dalam tubuh manusia, hal ini dikarenakan manfaatnya yang mampu mencegah pendarahan berlebihan bahkan pada cedera kecil. Vitamin K memiliki peran utama dalam pembentukan protein pembekuan darah yang dikenal sebagai faktor II (protrombin), VII, IX, dan X, dan protein antikoagulan (anti-pembekuan darah) yang dikenal sebagai protein C, S, dan Z.

    GERIN RIO PRANATA

    Baca: WHO: Kaitan Vaksin AstraZeneca dan Pembekuan Darah Masuk Akal Tapi belum Pasti


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.