3 Makanan Kaya Vitamin D ini Bisa Hambat Masuknya Virus

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengunjung memotret ikan patin bakar yang jadi makanan populer di Kampung Patin, Desa Koto Masjid, Kampar, Riau, 10 September 2020. Ikan salai masih dicari pembeli karena bisa tahan hingga berminggu-minggu dan harganya relatif murah, yakni Rp70 ribu per kilogramnya. Ikan salai ini dipasarkan di Sumatera sampai mencanegara, seperti ke Brunai Darusalam, Malaysia, dan Singapura, yang dijual lewat perdagangan lintas batas. Ikan ini kerap dibuat menjadi gulai pucuk ubi, yang merupakan kuliner khas Melayu. ANTARA FOTO/FB Anggoro

    Seorang pengunjung memotret ikan patin bakar yang jadi makanan populer di Kampung Patin, Desa Koto Masjid, Kampar, Riau, 10 September 2020. Ikan salai masih dicari pembeli karena bisa tahan hingga berminggu-minggu dan harganya relatif murah, yakni Rp70 ribu per kilogramnya. Ikan salai ini dipasarkan di Sumatera sampai mencanegara, seperti ke Brunai Darusalam, Malaysia, dan Singapura, yang dijual lewat perdagangan lintas batas. Ikan ini kerap dibuat menjadi gulai pucuk ubi, yang merupakan kuliner khas Melayu. ANTARA FOTO/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Jakarta - Vitamin D berperan pada kesehatan manusia, apalagi di masa pandemi ini. Vitamin D bermanfaat untuk menjaga sistem imun manusia. Selain baik bagi tulang, gigi, dan otot, vitamin ini dapat mencegah penyakit seperti yang berkaitan dengan pernapasan. 

    Berdasarkan Jurnal Role of Vitamin D in Preventing of COVID-19 Infection, Progression, and Severity, vitamin ini memiliki peran dalam mengurangi resiko terinfeksinya saluran pernapasan. Vitamin D dapat menghambat masuk dan berkembangnya virus yang akan menyerang pernapasan, karena vitamin ini memiliki anti-inflamasi atau imunomodulator.

    Dalam sehari manusia membutuhkan 10 mikrogram vitamin D, setara dengan 400 IU. Kebutuhan ini diperuntukan bagi seluruh manusia, dari anak berumur satu tahun hingga dewasa, termasuk ibu hamil dan menyusui. Bagi bayi hingga usia satu tahun dibutuhkan 8.5 sampai 10 mikrogram vitamin D atau setara dengan 340 IU sampai 400 IU.

    Manusia sebenarnya dapat menghasilkan vitamin D sendiri dengan cara berjemur di bawah sinar matahari selama 10-15 menit pada pagi atau sore hari. Paparan sinar matahari itu akan mendorong pembuatan vitamin D. Organ hati dan ginjal mengubah paparan sinar matahari (UVB) menjadi vitamin D. 

    Selain itu, vitamin D juga dapat diperoleh dengan mengkonsumsi suplemen dan makanan yang kaya akan sumber vitamin D. Dilansir dari berbagai sumber, berikut makanan yang mengandung sumber vitamin D,

    1. Ikan 

    Ikan ini cenderung dijumpai pada ikan laut seperti salmon, sarden, mackerel, dan ikan haring. Berdasarkan Departemen Agrikultur Amerika Serikat (USDA), 100 gram salmon budidaya mengandung 526 IU. Sedangkan, salmon liar mengandung 988 IU per 100 gram. Pada sarden kaleng, mengandung 177 IU di setiap satu kaleng sarden. Serta, dalam 100 gram ikan haring mengandung 260 IU.

    2. Kuning Telur

    Dalam satu kuning telur terkandung 37 IU. Tingkat vitamin D di dalamnya tergantung pada paparan sinar matahari dan kualitas budidayanya. Jika ayam petelur diberikan makanan yang dapat meningkatkan vitamin D, satu kuning telur dapat mengandung vitamin D hingga 6.000 IU.

    3. Susu dan Produk Olahannya

    Susu kaya akan kandungan kalsium dan gizi lainnya. Pada susu yang sudah diperkaya (fortifikasi) dengan berbagai vitamin termasuk vitamin D, dapat mengandung sekitar 115-130 IU pada 237 ml susu sapi.

    JACINDA NUURUN ADDUNYAA

    Baca: Dosis Vitamin D yang Dianjurkan Buat Pasien Covid-19 Menurut Dokter

     

     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.