Gejala Infeksi Jamur Hitam dan Perawatannya terhadap Pasien

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anu Kochumon (35 tahun), seorang guru dan ibu dari dua anak, berbicara kepada seorang dokter saat ia menjalani pemulihan akibat infeksi jamur hitam, di dalam bangsal rumah sakit di Pune, India, Kamis, 1 Juli 2021. Pasien terinfeksi penyakit langka ini melonjak seiring dengan tsunami Covid-19 yang melanda India. REUTERS/Francis Mascarenhas

    Anu Kochumon (35 tahun), seorang guru dan ibu dari dua anak, berbicara kepada seorang dokter saat ia menjalani pemulihan akibat infeksi jamur hitam, di dalam bangsal rumah sakit di Pune, India, Kamis, 1 Juli 2021. Pasien terinfeksi penyakit langka ini melonjak seiring dengan tsunami Covid-19 yang melanda India. REUTERS/Francis Mascarenhas

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyakit jamur hitam yang melanda India berhubungan erat dengan Covid-19. Penyakit yang juga disebut mucormycosis ini dapat berakibat fatal pada tubuh jika terlambat ditangani. Penyintas Covid-19 yang juga menderita diabetes lebih rentan untuk terinfeksi penyakit ini. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menuliskan gejala-gejala dari infeksi jamur hitam pada laman resminya.

    Gejala dari jamur hitam tergantung pada bagian tubuh yang terinfeksi jamur. Jika jamur tumbuh di area hidung dan otak, maka gejala yang ditunjukkan adalah pembengkakan pada salah satu bagian wajah, sakit kepala, hidung tersumbat, demam, dan munculnya lesi hitam pada batang hidung atau dalam mulut. Gejala yang ditunjukkan pada jamur yang tumbuh di paru-paru adalah demam, batuk-batuk, sakit dada, dan sesak nafas.

    Mucormycosis yang tumbuh di kulit dapat terlihat seperti luka yang melepuh atau bisul. Area yang terinfeksi dapat berubah menjadi berwarna hitam. Gejala lain yang ditunjukkan adalah rasa sakit, rasa panas pada kulit, kulit kemerah-merahan, atau bengkak di sekitar luka. Jamur yang tumbuh pada sistem pencernaan menyebabkan sakit perut, mual, muntah-muntah, hingga pendarahan dalam sistem pencernaan.

    Penyebarluasan jamur ini umumnya terjadi pada seseorang yang sebelumnya menderita penyakit medis lain, sehingga sulit untuk mengetahui gejala yang menunjukkan infeksi mucormycosis. Pasien dengan jamur yang tumbuh di area otak dapat mengalami perubahan pada status mental hingga koma.

    Dikutip dari The Indian Express, penyakit ini diobati dengan antijamur. Meskipun demikian, pengobatan mucormycosis kemungkinan memerlukan operasi. Operasi pengangkatan dapat dilakukan terhadap mata atau rahang atas pasien. Untuk mempertahankan hidrasi yang memadai, infus normal saline (IV) dipasangkan sebelum infus amfoterisin B pada pasien. Terapi antijamur dilakukan setidaknya selama 4-6 minggu.

    Dokter menyebutkan cara terbaik untuk mencegah penyakit ini adalah dengan cara mengontrol konsumsi gula, terutama pada penderita diabetes, dan mengurangi penggunaan steroid. Selain itu, para ahli menyarankan agar orang-orang menjaga kebersihan mereka sebagai upaya pencegahan infeksi ini.

    "Perawatan pasien Covid-19 yang terserang jamur hitam merupakan upaya tim," tulis Anuradha Mascarenhas dikutip Tempo pada laman The Indian Express, Kamis, 24 Juni 2021. Tim ini melibatkan ahli mikrobiologi, spesialis penyakit dalam, spesialis saraf, spesialis THT, dokter mata, dokter gigi, hingga ahli bedah.

    DINA OKTAFERIA

    Baca juga: Siapa Saja yang Berisiko Tinggi Terinfeksi Jamur Hitam?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.