Parafilia Gangguan Fantasi Seksual, Apa Penyebabnya?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bibir merah atau seksi. shutterstock.com

    Ilustrasi bibir merah atau seksi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, JakartaParafilia merupakan gangguan emosional yang ditandai dengan fantasi, dorongan, atau perilaku yang bisa membangkitkan gairah seksual. Hal ini bisa terjadi secara intens selama 6 bulan dan bisa menyebabkan penderitanya mengalami gangguan baik biologis maupun kehidupan sosial.

    Berdasarkan medicinenet.com, Jumlah orang yang menderita parafilia sulit diukur karena berbagai alasan. Banyak orang dengan salah satu gangguan ini menderita secara diam-diam atau diam karena malu, dan beberapa terlibat dalam perilaku ofensif seksual sehingga tidak melaporkan parafilia mereka.

    Terkait hal ini, masalah biologis menjadi salahsatu faktor yang sangat mempengaruhi terjadinya parafilia di dalam diri seseorang. Beberapa teori psikologi menjelaskan bagaimana parafilia terjadi. Beberapa orang memandang gangguan ini sebagai manifestasi dari perkembangan psikoseksual yang terhenti, dengan perilaku parafilik yang mempertahankan jiwa seseorang dari kecemasan.

    Beberapa teori lain juga menyebutkan bahwa penderita parafilia berkaitan dengan tahap pertumbuhan masa kanak-kanak. Hal ini bisa berupa temepramen, trauma, perkembangan seksualitas yang terganggu, kurangnya kesadaran diri yang stabil, serta kesulitan mengelola emosi dalam mencari bantuan dan kenyamanan dari orang lain.

    Adapun jenis-jenis parafilia yaitu, gangguan voyeuristik. Berdasarkan psychscenehub.com, gairah seksual ketika mengamati orang tanpa busana tanpa melakukan aktivitas seksual. Sementara untuk gangguan eksibionistik merupakan penyimpangan seksual ketika seseorang mencapai kepuasan dengan memperlihatkan kemaluannya untuk memberi efek kejut bagi seseorang yang melihatnya.

    Lebih lanjut, gangguan parafilia lainnya yaitu, frotteuristic disorder. Gairah seksual yang dihasilkan dari gangguan ini ketika seseorang menyentuh dan menggesek kemaluannya kepada orang lain. Jika seseorang mengalami gangguan ini biasanya akan diberikan perawatan seperti terapi, pengambilan hormon wanita dan pemberian obat medroxyprogesterone asetat.

    Gangguan parafilia selanjutnya yaitu, masokisme dan sadisme seksual. Kedua gangguan ini bisa terjadi pada wanita ataupun pria. Untuk masokisme, merupakan gairah seksual yang terjadi secara berulang ketika dipermalukan, dipukuli, dan diikat oleh pasangan. Sedangkan untuk sadisme, merupakan gairah seksual yang terjadi ketika seseorang di berikan penderitaan fisik dan psikologis.

    Lalu, pedophilic disorder juga termasuk di dalam kategori parafilia. Gangguan ini merupakan gejala ketika seseorang akan melampiaskan Hasrat seksusalnya kepada anak yang berusia di bawah 13 tahun. Penyebabnya bisa terjadi karena penyalahgunaan obat, depresi, gangguan komorbiditas termasuk kecemasan.

    Dan, terakhir adalah fetishistic disorder. Fetishistic atau yang lebih dikenal dengan fetish ini merupakan gangguan ketika seseorang terangsang dengan benda mati dan menjadikan benda tersebut sebagai pengganti manusia untuk berhubungan seksual. Beberapa contoh benda mati seperti, sepatu, baju, hingga pakaian dalam. Sedangkan untuk partialisme merupakan gejala ketika seseorang terangsang dengan bagian tubuh nonseksual seperti kaki ataupun tangan.

    GERIN RIO PRANATA 

    Baca: Lelaki Mencuri Pakaian Dalam Wanita Indikasi Parafilia, Apakah Itu?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.