Simak, Ini Makanan Tinggi Kolesterol yang Baik Dikonsumsi

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sajian lebaran identik dengan makanan bersantan dan memiliki risiko kolesterol tinggi. Bagaimana cara menghindari risiko kolesterol saat lebaran agar tubuh tetap sehat?

    Sajian lebaran identik dengan makanan bersantan dan memiliki risiko kolesterol tinggi. Bagaimana cara menghindari risiko kolesterol saat lebaran agar tubuh tetap sehat?

    TEMPO.CO, Jakarta - Tidak semua makanan yang mengandung kolesterol akan berpengaruh pada kolesterol dalam tubuh Anda. Dilansir dari laman Heart UK, kolesterol pada umumnya diproduksi hati, tetapi juga dapat ditemukan di berbagai makanan. Makanan dengan lemak jenuh lah yang harus dihindari karena keberadaannya dapat mempengaruhi cara hati mengolah kolesterol.

    Makanan yang tinggi akan kandungan kolesterol biasanya dapat ditemukan di makanan yang dihasilkan hewan. Beberapa di antaranya memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi. Contohnya, produk susu tinggi lemak (susu, yogurt, dan krim), lemak hewan (mentega, margarin, dan lainnya), makanan olahan hewan (sosis). Beberapa di antaranya mengandung kolesterol, tetapi rendah akan lemak jenuh dan memiliki nutrisi tinggi. Dilansir dari laman Healthline, contohnya adalah sebagai berikut:

    1. Telur

    Telur memiliki 211 mg kolesterol. Kebanyakan orang menghindari makan telur karena takut akan efek negatif yang diakibatkan telur. Namun, penelitian menunjukkan bahwa telur tidak memengaruhi tingkat kolesterol secara negatif dan justru dapat meningkatkan lemak baik pelindung jantung.

    Mengonsumsi 1 hingga 3 telur dalam sehari dianggap aman bagi orang-orang yang sehat. Telur memiliki nutrisi lain berupa protein, vitamin B, dan vitamin A.

    2. Keju

    Sebesar 28 gram keju dapat mengandung sebesar 27 mg kolesterol. Keju berlemak tinggi dianggap dapat menaikkan tingkat kolesterol dalam tubuh, tetapi penelitian menunjukkan sebaliknya. Konsumsi keju berlemak rendah tidak memiliki perbedaan jauh dengan konsumsi keju berlemak tinggi.

    Keju pada umumnya mengandung nutrisi lain seperti kalsium, protein, vitamin B, dan vitamin A. Meskipun penelitian menunjukkan konsumsi keju tidak berbahaya, konsumsinya tetap perlu dikontrol.

    3. Kerang-kerangan

    Kerang-kerangan mencakup kepiting, udang, kepiting, dan lainnya. Selain mengandung kolesterol yang tinggi, makanan jenis ini memiliki kandungan protein, vitamin B, dan zat besi. Hewan laut bercangkang mengandung antioksidan dan substansi lain yang dapat melawan kolesterol jahat.

    4. Jeroan

    Jeroan seperti jantung, hati, dan ginjal memiliki nutrisi tinggi. Contohnya, jantung ayam bukan hanya mengandung kolesterol tinggi, melainkan juga antioksidan, vitamin B12, zinc, dan zat besi. Penelitian yang dilakukan terhadap 9.000 orang Korea dewasa menunjukkan mereka yang mengonsumsi daging tidak diolah, termasuk jeroan, memiliki risiko sakit jantung yang lebih kecil ketimbang mereka yang tidak mengonsumsi makanan tersebut.

    5. Sarden

    Bukan hanya kaya akan nutrisi, sarden juga lezat dan memiliki kandungan protein tinggi. Sebanyak 92 gram sarden terkandung sebesar 131 mg kolesterol, vitamin D, vitamin B12, dan kalsium.

    DINA OKTAFERIA 

    Baca juga: Fakta Kolesterol yang Perlu Anda Tahu

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.