Musim Anak-anak Batuk Pilek di September, Ini Penyebabnya

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Ilustrasi anak sakit flu/pilek. Shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta -Kasus batuk pilek pada anak-anak di bulan September ini naik drastis. Kira-kira apa penyebabnya?  

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengungkapkan pada awal September akan memasuki akhir musim kemarau dan akhir September memasuki masa peralihan atau pancaroba. Masa peralihan akan berlangsung hingga pertengahan Oktober mendatang. 

Pergantian musim alias pancaroba melanda ini biasanya ditandai dengan angin kencang, hujan tak menentu yang datang tiba-tiba dalam waktu singkat, udara terasa panas dan cuaca tiba-tiba terik, serta arah angin tidak teratur.  

Perubahan udara dan temperatur tersebut sedikit banyak berpengaruh pada tubuh, karena tubuh kita otomatis akan berusaha keras menyesuaikan dengan temperatur sekitar. Saat itu pula imunitas atau daya tahan tubuh terhadap penyebab penyakit kita akan berkurang, sehingga sering menyebabkan orang sakit di musim pancaroba.

Suhu Berubah-ubah Bisa Pacu Virus dan Bakteri Berbiak 

Mengutip dari Bisnis.com, selain itu temperatur yang berubah-ubah menjadi salah satu kondisi yang memacu virus dan bakteri untuk lebih cepat berkembang biak. Inilah yang menyebabkan orang terserang penyakit di musim pancaroba dibanding di musim yang temperaturnya relatif stabil. 

Musim pancaroba ini berkaitan erat dengan beberapa gangguan kesehatan seperti flu, batuk, pilek, demam, gangguan saluran napas, masuk angin, influenza, gangguan pencernaan seperti diare, dan tifus abdominalis.

Apabila kondisi daya tahan tubuh sedang lemah, risiko untuk sakit pun membesar, terutama bagi bayi dan anak-anak. Maka dari itu, penting untuk Anda mewaspadai aktivitas dan asupan makan anak untuk menjaga kesehatannya pada musim pancaroba.  

Mengutip dari Antara, sistem kekebalan tubuh anak yang belum sempurna membuatnya lebih rentan terjangkit penyakit, terutama di tengah perubahan cuaca yang ekstrem saat pancaroba, kata dokter Carlinda Nekawaty.  

Medical Expert Combiphar tersebut menjelaskan, sistem kekebalan tubuh anak belum mengenal agen penyebab penyakit dan setiap infeksi adalah hal baru sehingga tubuh lebih rentan, berujung pada terjadinya gangguan di pencernaan dan pernapasan.

Musim pancaroba juga bisa menimbulkan alergi pada anak, yang ditandai dengan pilek, batuk pilek, bersin, hidung tersumbat dan hidung gatal.  

RINDI ARISKA
Baca juga : Malaysia Tidak Lagi Wajibkan Pakai Masker di Dalam Ruangan 

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung.






Cold Urticaria: Sederet Cara Menangani Alergi Dingin

1 jam lalu

Cold Urticaria: Sederet Cara Menangani Alergi Dingin

Beberapa orang akan mengalami masalah alergi dingin atau cold urticaria. Meski tidak ada obat untuk alergi ini, namun alergi dingin dapat dikelola


Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan, Gelombang Tinggi, Siklon Tropis NORU

11 jam lalu

Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan, Gelombang Tinggi, Siklon Tropis NORU

Ibu kota provinsi yang diperkirakan dilanda hujan disertai petir adalah Tarakan dan Pangkal Pinang.


BMKG Prediksi Cuaca Jakarta Cerah hingga Siang, Hujan Ringan pada Sore

12 jam lalu

BMKG Prediksi Cuaca Jakarta Cerah hingga Siang, Hujan Ringan pada Sore

BMKG memperkirakan DKI Jakarta akan dilanda cuaca cerah dari pagi hingga siang hari pada hari Minggu, 25 September 2022,


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Prakiraan Cuaca BMKG, Jumlah Mahasiswa UT

18 jam lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Prakiraan Cuaca BMKG, Jumlah Mahasiswa UT

Topik tentang prakiraan cuaca BMKG bahwa sebagian wilayah Indonesia dilanda hujan pada Sabtu menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Gempa Magnitudo 6,4 di Aceh, BMKG Minta Masyarakat Waspada Potensi Gempa Susulan

1 hari lalu

Gempa Magnitudo 6,4 di Aceh, BMKG Minta Masyarakat Waspada Potensi Gempa Susulan

Setelah gempa berkekuatan Magnitudo 6,4 di wilayah pantai barat Aceh pada Sabtu ini pukul 03.53 WIB, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.


Banjir, Longsor, Sambaran Petir di Tangerang Selatan, BMKG: Hujan Sangat Lebat

1 hari lalu

Banjir, Longsor, Sambaran Petir di Tangerang Selatan, BMKG: Hujan Sangat Lebat

Berdasarkan data curah hujan yang terukur pada Pos Hujan di AWS Matoa 117.8 mm/hari atau di kategori hujan sangat lebat.


Cuaca Hari Ini: BMKG Prediksi Jaksel dan Jaktim Hujan Sore-Malam

1 hari lalu

Cuaca Hari Ini: BMKG Prediksi Jaksel dan Jaktim Hujan Sore-Malam

Simak ramalan cuaca hari ini dari BMKG untuk wilayah DKI Jakarta


BMKG: Gempa Magnitudo 6,4 di Aceh Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng

1 hari lalu

BMKG: Gempa Magnitudo 6,4 di Aceh Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke Lempeng Eurasia.


BMKG: Gempa M5,4 di Laut Banda Akibat Aktivitas Sesar Aktif

1 hari lalu

BMKG: Gempa M5,4 di Laut Banda Akibat Aktivitas Sesar Aktif

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,6.


Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan, Petir, Gelombang Tinggi, Bibit Siklon Tropis NORU

1 hari lalu

Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan, Petir, Gelombang Tinggi, Bibit Siklon Tropis NORU

Ibu kota provinsi yang diperkirakan dilanda hujan disertai petir adalah Pangkal Pinang, Manado dan Palembang.