Arsitek Kanada Raih Penghargaan Singa Emas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    The Great Hall Outward Bound Indonesia, bangunan konstruksi bambu karya arsitektur Andry Widyowijatnoko di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (18/12). TEMPO/RISANTI

    The Great Hall Outward Bound Indonesia, bangunan konstruksi bambu karya arsitektur Andry Widyowijatnoko di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (18/12). TEMPO/RISANTI

    TEMPO.CO, Venesia -  Arsitek Kanada Phyllis Lambert dianugerahi penghargaan Singa Emas untuk Pengabdian Seumur Hidup dalam bidang arsitektur. Phyllis merupakan arsitek wanita yang aktif dalam bidang advokasi revitalisasi berbagai bangunan bersejarah di Montreal, Kanada.

    "Penghargaan ini diberikan bukan atas jasanya sebagai arsitek, tapi atas jasanya sebagai pemilik, pengguna, dan juga pemelihara bangunan," ujar Paolo Baratta, Ketua Dewan Biennale Arsitektur Venesia, seperti yang dilansir oleh situs Labiennale.org, Ahad, 8 Juni 2014. Nama Phyllis pertama kali dikenal karena kiprahnya dalam pembangunan gedung perkantoran modern pertama di dunia, Seagram Building.

    Seagram Buliding di New York, yang disebut sebagai salah satu struktur paling sempurna di abad ke 20.Padahal, saat itu Lambert sama sekali belum mempelajari ilmu arsitektur. “Tapi peranannya sebagai klien dan juga Direktur Perencanaan pembangunan Seagram sangat menentukan,” ujar Paolo. Lambert adalah salah satu orang yang meyakinkan ayahnya, Samuel Bronfman selaku pemilik proyek, untuk memasukkan arsitek Ludwig Mies van der Rohe ke dalam proyek itu. Bronfman setuju dengan syarat Lambert—yang saat itu masih berusia 28 tahun—bersedia menangani proyek prestisius yang rampung pada 1958 tersebut.

    Jejak karya Lambert sebagai aktivis muncul pada tahun 1975, dengan mendirikan grup pelestari bangunan Heritage Montreal. Pendirian organisasi ini dipicu oleh penghancuran Van Horne Mansion, sebuah bangunan bergaya Anglo-Canadian di kawasan pemukiman kolonial Golden Square Mile yang dikembangkan pada 1850 dan 1930 di kaki Mount Royal, bukit setinggi 233 meter.

    Usai membentuk Canadian Centre for Architecture pada 1979 dan menyumbangkan 750.000 lembar sahamnya di Seagram sebagai bantuan pendanaan CCA, Lambert aktif terlibat dalam advokasi untuk merevitalisasi kawasan distrik Shaugnessy Village. Dia juga memeberikan perlawanan terhadap rancangan awal pusat perbelanjaan Place Montreal Trust di McGill College Avenue.  (baca : Arsitek Indonesia Unjuk Kebolehan di Venesia)

    Desain awal pusat perbelanjaan itu termasuk juga sebuah menara perkantoran yang akan menghalangi pemandangan ke arah Mount Royal. Lambert bahkan bersedia untuk memprotes pengembang Cadillac Fairview. Padahal, Lambert adalah salah satu direktur grup itu. Menurut Direktur Biennale Venesia, Rem Koolhas, Lambert bukan cuma arsitek biasa. “Arsitek menciptakan arsitektur, sedangkan Phyllis Lambert menciptakan arsitek,” kata Rem.

    Sedangkan Lambert sendiri gembira dengan penghargaan Singa Emas ini. “Gembira rasanya untuk bisa dihargai dalam kelompok arsitek. Penghargaan dan tema biennale 'Fundamental', menandai peranan arsitektur yang semakin besar untuk menghadapi tantangan sosial, ekonomi, teknis, dan kondisi ekologis,” ujar Lambert dalam sambutannya pada upacara penghargaan sekaligus pembukaan Biennale Arsitektur Venesia di Gardini, Sabtu lalu.

    “Kami menggarisbawahi betapa pentingnya komitmen yang otentik untuk itu,” lanjut dia. “Ini adalah kesempatan yang luar biasa bagi saya untuk bisa melanjutkan pada jalan ini,” ujar Lambert

    SUBKHAN

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.