10 Tip Memilih Sepatu Lari yang Nyaman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    ilustrasi berlari mundur. (dailymail)

    ilustrasi berlari mundur. (dailymail)

    TEMPO.CO, Jakarta - Berlari dan berjalan adalah olahraga yang mudah, murah, dan menyehatkan. Namun bila Anda salah memilih sepatu, bukan sehat yang didapat, melainkan risiko mengalami cedera kaki. Untungnya, kedua jenis olahraga tersebut sudah menjadi gaya hidup, sehingga pasar pun mempermudah kita mencari alas kaki yang tepat. Umumnya, toko-toko khusus alat-alat olahraga punya staf khusus yang memiliki pengetahuan tentang sepatu atletik yang tepat untuk kaki Anda.

    Salah satu cara mandiri untuk mengenali bentuk telapak kaki adalah melakukan “uji basah”. Caranya, basahi kaki Anda, lalu injaklah kertas berwarna cokelat sampai muncul pola telapak kaki Anda. Jika ada cekungan yang rendah, maka Anda memerlukan sepatu yang relatif datar. Jika telapak kaki Anda memiliki lekukan tinggi, carilah sepatu empuk dengan sol lembut di bagian tengah.

    Menurut Steven Reiken, salah satu direktur di Rothman Institute di Philadelpia, yang harus diingat adalah ukuran kaki Anda sering berubah. "Kaki berubah seiring bertambahnya usia, perlu pengukuran dua kali setiap tahun,” katanya. Ia menyarankan, jika hendak membeli sepatu, sebaiknya Anda melakukannya pada malam. Biasanya, karena aktivitas seharian, kaki membesar dari sore hingga malam.

    Sepatu olahraga juga harus sesuai dengan ortotik kaki. Saat dipakai berlari atau berjalan, sepatu harus terasa nyaman. Cobalah dipakai berjalan di sekitar toko untuk memastikan bahwa sepatu tersebut enak dipakai.

    Selain itu, pakailah aturan praktis jarak sekitar 3/8-1/2 inci antara depan jempol kaki dan ujung sepatu serta area sekitar jempol. "Bagian atas sepatu juga harus terasa nyaman, tidak terlalu ketat," katanya.

    The American Academy of Orthopedic Surgeons menulis, sepatu atletik dikatakan pas dipakai apabila jari-jari kaki bebas saat Anda bergerak. "Beberapa sepatu lari terlihat cocok dipakai di dalam daripada di luar ruangan," kata lembaga ini.

    Kapan kita harus mengganti sepatu? Rata-rata sepasang sepatu lari harus diganti setelah sekitar 350-400 mil atau 563-644 kilometer penggunaan. Kata Clifford Jeng, seorang ahli bedah kaki di Mercy Medical Center di Baltimore, “Setelah bagian belakang telapak sepatu dan ujung sepatu tidak nyaman, segeralah ganti sepatu Anda dengan yang baru”.

    Secara keseluruhan, ia menyarankan beberapa hal saat memilih sepatu lari:

    -Jangan membeli satu sepatu untuk bermacam-macam pemakaian.
    -Jangan membeli sepatu yang kaku saat dipakai berjalan.
    -Belilah sepatu lari yang fleksibel.
    -Carilah sepatu yang mempunyai bantalan sepatu yang nyaman.
    - Hanya beli sepatu yang tepat untuk kaki Anda. Sepatu bermerek sekarang banyak menawarkan model yang sesuai dengan setiap tipe kaki.
    -Belilah sepatu pada saat ukuran kaki membesar, yaitu pada akhir hari.

    WASHINGTON POST | INDAH P.

    TERPOPULER:
    Ahok Sebut Ultah Jakarta Kali Ini Terasa Pahit
    Dirampok, Caddy Golf Melawan dengan Tendangan Maut
    Tasikmalaya Diguncang Gempa 5,5 Skala Richter
    Tip Hindari Kehabisan Tenaga Saat Midnight Sale
    Sebelum Tewas, Praja Sempat Chatting dengan Teman  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pentingnya Air Putih Setelah Anda Makan

    Makan tentu tak nikmat bila tidak minum air putih setelahnya. Selain nikmat, air putih juga memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan tubuh.