7 Bumbu Dapur Penangkal Kanker  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO.CO, Jakarta - Rempah-rempah tak hanya berfungsi sebagai penyedap masakan, tetapi juga kerap digunakan sebagai sarana pengobatan oleh orang-orang dari berbagai belahan dunia. Meskipun belum banyak penelitian tentang manfaat langsung rempah-rempah dan herbal ini bagi pengobatan, sudah banyak fakta membuktikan bahan-bahan yang dipetik dari alam ini mempunyai dampak positif, termasuk untuk mencegah dan melawan kanker tanpa efek samping.

    Salah satu efek positif dari bumbu dapur ini adalah sensasi rasanya yang unik serta aroma khas yang menyegarkan. Menambahkan rempah-rempah untuk memasak dapat membantu merangsang selera makan sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup seseorang.

    Situs www.dummies.com, menulis beberapa jenis bumbu dapur yang diyakini secara luas dapat membantu mencegah kanker:



    Jahe

    Jahe telah lama dikenal dalam pengobatan alternatif untuk mengobati bermacam-macam keluhan kesehatan, seperti pilek, batuk, mual sampai sembelit. Jahe dapat digunakan dalam bentuk segar maupun bubuk bahkan manisan. Dalam bentuk berbeda, jahe mempunyai rasa dan aroma sedikit berbeda. Secara umum, Anda dapat mengganti 1/8 sendok teh jahe bubuk dengan satu sendok makan jahe parut segar atau sebaliknya. Mengkonsumsi jahe dengan varian pengolahannya, terutama untuk minuman, dapat memberikan kenyamanan pada perut mual selama pengobatan kanker.

    Kayu manis

    Bumbu dapur ini memiliki sensasi hangat dan merupakan sumber antioksidan yang baik. Kayu manis umumnya digunakan pada masakan Mediterania dan sering dijumpai sebagai bahan utama dalam bumbu masakan Italia. Anda dapat menggunakannya untuk menambah rasa pada sup, pasta tomat, roti, dan sebagai bumbu pada masakan tinggi protein seperti unggas, daging sapi, dan domba. Kayu manis membantu proses detoksifikasi pada penderita kanker, meringankan gangguan pencernaan, perut kembung, kehilangan nafsu makan, dan masalah pencernaan lain. Cobalah minum tiga cangkir daun kayu manis setiap hari untuk membantu mengatasi masalah ini.

    Kunyit

    Kunyit, seperti juga jahe, merupakan bumbu dapur berbentuk umbi. Kunyit banyak digunakan sebagai bumbu kari yang memberikan rasa yang khas. Curcumin adalah senyawa aktif yang ada dalam kunyit, yang dikenal luas mempunyai sifat antioksidan dan anti-inflamasi, yang berpotensi melindungi sel tubuh terhadap perkembangan kanker. Suplemen ekstrak kunyit saat ini sedang dipelajari untuk melihat khasiat kunyit sebagai pencegah dan pengobatan beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar, prostat, payudara, dan kanker kulit.

    Cabai

    Cabai mengandung capaisin, senyawa yang dapat mengurangi rasa sakit. Ketika capaisin dioleskan pada kulit yang sakit, hal ini menyebabkan pelepasan bahan kimia yang disebut substance P sehingga mengurangi rasa sakit pada area tersebut. Dalam dunia pengobatan modern, capaisin kini digunakan sebagai bahan utama salep untuk mengobati nyeri neuropatik,  yaitu nyeri yang sangat mengikuti jalur saraf setelah operasi kanker. Manfaat lain dari cabai adalah membantu masalah gangguan pencernaan. Hal ini tampaknya berlawanan dengan instuisi kita, tapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa menelan sejumlah kecil cabai dapat mengurangi gangguan pencernaan.

    Bawang putih

    Bawang putih memiliki kandungan sulfur yang tinggi dan merupakan sumber arigin, oligosakarida, flavonoid, dan selenium yang semuanya bermanfaat bagi kesehatan. Senyawa aktif bawang putih, yang disebut allicin, memberikan bau yang khas saat bawang diiris, dicincang, atau ditumbuk. Beberapa studi menunjukkan bahwa meningkatkan asupan bawang putih mengurangi risiko kanker perut, usus besar, esofagus, pankreas, dan payudara. Tampaknya bawang putih dapat melindungi dari kanker melalui beberapa mekanisme, di antaranya menghambat infeksi bakteri dan pembentukan zat penyebab kanker, meningkatkan perbaikan DNA, dan menginduksi kematian sel. Bawang putih membantu detoksifikasi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta membantu mengurangi tekanan darah tinggi.

    Pepermin

    Pepermin telah digunakan selama ribuan tahun untuk mengurangi gangguan pencernaan seperti kram perut, diare, mengurangi gas dan keracunan makanan. Pepermin berguna untuk menenangkan otot-otot perut dan meningkatkan aliran empedu sehingga makanan mudah dicerna dalam perut. Jika kanker atau pengobatan kanker menyebabkan sakit perut, cobalah minum secangkir teh pepermin yang sekarang ini bisa kita jumpai di supermarket. Anda juga dapat membuat sendiri dengan merebus daun pepermin kering dalam air mendidih, biarkan beberapa menit sampai terlihat pekat. Pepermin juga dapat meringankan sakit tenggorokan atau sariawan efek dari kemoterapi dan radiasi.

    Kamomil

    Kamomil memiliki manfaat obat dan telah digunakan sepanjang sejarah untuk mengobati berbagai kondisi, seperti masalah tidur. Cobalah minum teh kamomil sebelum tidur sehingga tidur Anda berkualitas. Kamomil juga bisa digunakan untuk obat kumur sebagai pencegah dan mengobati efek sariawan dari kemoterapi. Caranya, buatlah teh kamomil, biarkan dingin setelah itu dan pakailah berkumur sesering mungkin. Teh kamomil juga dapat meringankan masalah pencernaan termasuk kram perut dengan cara merelaksasi kontraksi otot perut.

    DUMMIES | INDAH P


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.