Cara Menolak Pikun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi lansia. Mirror.co.uk

    Ilustrasi lansia. Mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Menua adalah bagian dari kehidupan manusia. Tapi, menjadi pikun, menurut dokter Czeresna Heriawan Soejono, bisa dicegah. "Kendalikan faktor risikonya," kata pria yang juga menjabat Direktur Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini dalam acara Peringatan Bulan Demensia Internasional di Erasmus Huis, Rabu, 10 September 2014.

    Langkah pertama pencegahan adalah mengurangi faktor risiko. "Bisa konsumsi obat dan tetap aktif di usia lanjut," ujar dokter dokter spesialis syaraf, Yuda Turana, dalam kesempatan yang sama. Menurut Yuda, semakin banyak kegiatan yang menstimulasi otak, risiko kepikunan semakin kecil. "Jadi, tetaplah aktif di masa tua," ujarnya. (Baca: Tes Alzheimer dengan Bau)

    Stimulasi otak bisa dilakukan dengan membaca, menulis, bermain puzzle, bermain papan, berdiskusi, bermain musik, dan terlibat dalam kegiatan sosial. Mengutip jurnal berjudul "Relation of Cognitive Activity to Risk of Developing Alzheimer Disease" tahun 2007, Yuda mengatakan manula yang tidak beraktivitas apa-apa justru lebih berisiko pikun. "Risiko terkena pikun 2,6 kali dibanding mereka yang aktif," katanya. (Bermain Game Turunkan Risiko Alzheimer)

    Mereka yang aktif di kegiatan sosial, seperti menjadi relawan serta ikut kegiatan keagamaan dan komunitas, lebih berisiko kecil. "Penelitian membuktikan penurunan fungsi otaknya melambat bagi mereka yang aktif di acara sosial," ujar dokter yang berpraktek di RS Pantai Indah Kapuk ini. (Obat Anti Depresi Hambat Alzheimer)

    Heriawan mengingatkan untuk selalu melihat faktor risiko penyakit pada organ internal. Antara lain kegemukan, diabetes, hipertensi, dan kolesterol. Kebiasaan merokok juga berpengaruh. Solusi atas masalah tersebut adalah pengendalian. "Sudah mulai kurangi garam, kurangi asupan makanan berlemak dan perbanyak konsumsi serat alami," kata konsultan geriatri, bidang kedokteran yang berfokus pada penyakit manusia lanjut usia, ini. 

    Kombinasi stimulasi mental, kegiatan sosial, dan gaya hidup sehat, Yuda menambahkan, bisa menangkal kepikunan lebih dini. Pikun, kata dia, bukanlah sesuatu yang bisa dimaklumi.

    DIANING SARI

    Topik terhangat:

    Koalisi Jokowi-JK | Ahok dan Gerindra | Pilkada oleh DPRD | Haji 2014

    Berita terpopuler lainnya:
    Kelom Geulis Tasik Ekspor Hingga Jepang dan Korea 
    Waspada Virus Senyap Cacar Ular
    Perisakan Sejak Kecil Berisiko Tingkatkan Depresi
    Pentingnya 1000 Hari Dalam Kehidupan Anak
    Stroke Pembunuh Nomor 3 di Dunia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.