Bukan Mitos, Anak Memiliki Keterampilan Sosial Lebih Mudah Sukses

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Murid PAUD membuat buku cerita dengan media gambar di acara Books Day Love It Share It di Taman Tongkeng, Bandung, Jawa Barat, 12 Mei 2015. Acara ini mendidik anak-anak TK/PAUD untuk mulai membiasakan membaca buku dan berbagi buku bagi sesama. TEMPO/Prima Mulia

    Murid PAUD membuat buku cerita dengan media gambar di acara Books Day Love It Share It di Taman Tongkeng, Bandung, Jawa Barat, 12 Mei 2015. Acara ini mendidik anak-anak TK/PAUD untuk mulai membiasakan membaca buku dan berbagi buku bagi sesama. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Psikolog Anak dan Keluarga Anna Surti Ariani menuturkan anak yang memiliki keterampilan sosial bagus akan lebih mudah meraih kesuksesan dalam kehidupannya kelak. Sehingga, kata Anna, sangat penting bagi orang tua untuk mengajarkan keterampilan sosial sedini mungkin kepada anaknya.

    "Sukses akan lebih mudah diraih jika anak memiliki keterampilan sosial yang baik atau bagus. Itu adalah fakta bukan mitos," kata Anna Surti Ariani, dalam Parenting Seminar bertajuk "Peran Orang Tua dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak Generasi Maju" yang diadakan oleh SGM Eksplor, di Bandung, Sabtu, 6 Mei 2017.

    Baca: 7 Hal Penting Cara Mendidikan Anak Menurut Psikolog

    Anna menuturkan, keterampilan sosial seorang anak tidak terkait dengan kepribadiannya. Contohnya anak yang memiliki kepribadian introvet atau ekstrovet, belum tentu keterampilan sosialnya buruk atau baik.

    "Introvet atau ektrovet itu adalah bentuk kepribadian. Sedangkan keterampilan sosial anak bisa dilatih atau dikembangkan. Jadi enggak masalah dia introvet atau ekstrovet karena belum tentu itu berkaitan dengan keterampilan sosial anaknya," kata Anna.

    Anna memberikan sejumlah tips untuk melatih keterampilan sosial anak usia satu hingga tiga tahun. Di antaranya, mengajarkan anak untuk berteman dan bekerja sama. "Sering-seringlah mengajak si kecil berkumpul dengan orang lain, perlihatkan keakraban bunda dengan orang lain."

    Baca: Tips Mengatasi Rasa Takut pada Anak  

    Berikutnya, kata Anna, orang tua jangan memaksakan si kecil untuk berteman dengan teman sebayanya karena semakin bawel orang tua untuk menyuruh anak berteman maka anak akan semakin susah untuk melakukan interaksi.

    "Jadi santai saja, coba tunjukkan cara agar anak bisa berteman dengan senyaman mngkin. Kalau sudah nyaman maka anak akan mudah untuk berteman dengan teman sebayanya," kata Anna.

    Selain itu, Anna menambahkan, jangan meninggalkan si kecil secara diam-diam saat orang tua akan beraktivitas. "Jadi kalau orang tuanya mau kerja, jangan meninggalkan si anak dengan diam-diam. Jujur kepada anak, jelaskan baik-baik jika Anda akan bekerja atau keluar rumah," kata Anna.

    Baca pula: Ini Pentingnya Santap Siang Bagi Kesehatan Anak

    Keterampilan sosial anak usia satu hingga tiga tahun, menurut Anna, bisa dilakukan saat  mengantre dan berkompetisi. "Ajarkan kompetisi sehat kepada anak. Beri pemahaman bahwa kalah tidak apa-apa tapi menang lebih bagus lagi. Ajarkan anak sabar menunggu saat mengantre."

    Keterampilan sosial sangat penting dimiliki oleh anak-anak Indonesia karena dengan memiliki hal tersebut, diharapkan mereka mampu bekerja sama dengan orang lain di masa tumbuh kembangnya dan memiliki rasa percaya diri, kreatif serta mandiri.

    Marketing Manager SGM Eksplor Astrid Prasetyo mengatakan, seminar tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaanya kepada orang tua untuk bisa mendampingi anak sesuai dengan pola asuh dan pemenuhan nutrisi yang tepat.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.