6 Kebiasaan Sehari-Hari ini Ternyata Berbahaya Bagi Kesehatan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi konsumsi vitamin. Shutterstock.com

    Ilustrasi konsumsi vitamin. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian besar dari kita selalu mencoba menerapkan pola hidup yang sehat. Rutin berolahraga, mengontrol asupan makanan, atau mengikuti aturan-aturan kesehatan pada umumnya. Namun, tanpa disadari banyak dari kebiasaan dan perilaku yang kita lakukan sehari-hari mampu menimbulkan potensi yang cukup berbahaya bagi diri kita. Apa saja kebiasaan itu?

    1. Konsumsi vitamin setiap hari
    Kebanyakan orang memerlukan multi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh dan menambah kebutuhan nutrisi. Namun, sejumlah riset telah menunjukkan bahwa suplemen yang dikonsumsi secara rutin kemungkinan tidak akan melindungi tubuh dari penyakit kronis dan hanya membuang-buang uang.

    Tiga penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 tidak menemukan bukti bahwa mengkonsumsi suplemen sehari-hari mencegah atau memperlambat risiko pengembangan penyakit kronis, seperti kanker dan penyakit jantung.

    Pada tahun 2017, Administrasi Makanan dan Obat-obatan di A.S. menggarisbawahi potensi bahaya lain untuk mengonsumsi suplemen. Mereka mengeluarkan peringatan kepada konsumen tentang risiko dosis tinggi biotin, yaitu vitamin B kompleks.

    Kandungan biotin yang tinggi dalam darah mampu mengurangi hasil beberapa tes laboratorium, seperti tes yang mengukur kadar hormon dan tes yang mendeteksi serangan jantung. Hasil tes yang salah tersebut bisa mengakibatkan hal fatal bahkan sampai kematian. Baca: Film Coco buat Gitar Tradisional Meksiko Naik Daun


    2. Duduk sepanjang hari
    Pekerjaan yang menuntut Anda untuk duduk di kursi selama berjam-jam terbukti berbahaya bagi kesehatan, terkait dengan diabetes dan penyakit jantung, menurut penelitian.

    Ilustrasi wanita kerja malam. shutterstock.com

    Sebuah penelitian di tahun 2015 mengidentifikasi risiko lain. Wanita yang duduk lebih dari 6 jam dalam sehari memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara, kanker ovarium dan multiple myeloma (bentuk kanker darah), dibandingkan dengan wanita yang duduk kurang dari 3 jam dalam satu hari.

    Hasil tersebut tidak terlihat pada pria, kecuali mereka yang memiliki masalah obesitas. Pria dengan masalah obesitas yang menghabiskan lebih banyak waktu pada posisi duduk juga memiliki risiko kanker yang tinggi.

    Olahraga bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk mengatasi efek negatif yang ditimbulkan akibat terlalu lama berada dalam posisi duduk. Luangkan waktu sejenak untuk menggerakkan badan agar menghilangkan beberapa risiko kesehatan dari duduk pada jangka waktu yang lama. Infografis: Cara Makan Nasi Tanpa Khawatir Gemuk

    3. Menggunakan ponsel pintar

    Smartphone sudah menjadi suatu kebutuhan bagi siapapun saat ini. Namun, semakin banyak orang yang menggunakannya, semakin banyak kekhawatiran kesehatan yang muncul.

    Sebuah studi di tahun 2016 mengungkapkan bahwa orang dewasa menghabiskan lebih banyak waktu menggunakan smartphone mereka sebelum tidur, sehingga mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur dan kualitas tidur yang didapatkan juga tidak baik. Baca: Cara Jitu Ajak Anak Olahraga, Jadikan Teamwork

    Salah satu alasannya adalah karena paparan sinar biru pada layar ponsel bisa menekan produksi hormon melatonin otak, sehingga sulit untuk mengantuk.

    Smartphone juga dapat mempengaruhi otak remaja dengan cara lain, yaitu memproduksi terlalu banyak asam gamma-aminobutyric neurotransmitter (GABA), sebuah area dalam otak yang mengendalikan emosi, sehingga menyebabkan candu bagi para remaja akibat ketidakseimbangan kimia pada otaknya.

    4. Terlalu lama bermain media sosial
    Meskipun media sosial dirancang untuk menghubungkan antara satu orang dengan banyak orang, namun penggunaannya yang berlebihan mampu memberi efek yang buruk bagi diri penggunanya.

    Ilustrasi facebook. REUTERS

    Sebuah penelitian mengungkapkan, orang dewasa yang menghabiskan waktu lebih dari 2 jam sehari di situs media sosial populer, seperti Facebook, Instagram dan Twitter, akan merasa terisolasi secara sosial.

    Yang dimaksud isolasi sosial adalah Anda akan merasa bukan bagian dari lingkup masyarakat dan tidak memiliki keterampilan untuk bersosialisasi dengan orang lain membentuk suatu hubungan.

    Masih belum ada penelitian pasti mengenai alasan orang terlalu lama menggunakan media sosial adalah karena mereka sudah merasa terisolasi atau apakah mereka merasa lebih terisolasi setelah penggunaan media sosialnya meningkat.

    Beberapa kemungkinan penjelasan untuk hal tersebut adalah bahwa media sosial dapat membatasi interaksi tatap muka, dan menampilkan citra palsu pada orang lain, menunjukkan bahwa orang lain seusia mereka menjalani kehidupan yang lebih bahagia daripada mereka. Baca: Dapatkan Foto Terbaik dengan Kamera Ponsel, Intip 4 Trik Ini

    5. Memakai Skinny Jeans
    Sebuah artikel di Journal of Neurology, Neurosurgery and Psychiatry menggambarkan kasus seorang wanita yang mengalami kerusakan saraf karena membantu temannya bergerak saat mengenakan skinny jeans.

    Dia berjongkok sepanjang hari, dan ini menyebabkan kompresi area di bawah lutut yang memiliki banyak saraf. Kompresi tersebut cukup parah sehingga menyebabkan mati rasa di kaki bawahnya yang menyebabkan harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari.

    Dokter mengatakan bahwa kondisi ini disebut "compartment syndrome" Itu adalah saat suplai darah ke otot kaki berkurang karena penggunaan celana ketat. Hal ini pada saatnya akan menyebabkan pembengkakan otot dan kompresi saraf di dekatnya. Infografis: Kenali Tanda-Tanda Serangan Jantung 6 Bulan Sebelumnya

    Maka, hindari penggunaan celana yang terlalu ketat apabila aktivitas Anda akan banyak berjongkok atau duduk. Jika Anda tidak punya pilihan, pastikan Anda tidak membungkuk untuk waktu yang lama. 

    6. Menggigit kuku anda
    Bagi sebagian orang mungkin akan melakukan hal ini bila sedang merasa gugup. Tapi tahukah Anda menggigit kuku mampu memicu risiko kesehatan Anda?

    Jumlah dan jenis bakteri yang hidup di bawah kuku Anda berkisar dari yang ringan sampai yang cukup menjijikkan. Studi telah menemukan salmonella, E. coli, dan patogen berbahaya lainnya. Baca: Punya Bisnis Sendiri Lebih Sukses Setelah Menikah, Setuju? 

    Bahkan jika Anda mencuci tangan secara teratur, tidak menjamin Anda telah membersihkan secara keseluruhan hingga kuku Anda, sehingga bakteri membusuk di sana. Apa yang bisa terjadi jika Anda terus menggigit kuku? Anda bisa berakhir dengan masalah gastrointestinal parah atau penyakit tidak menyenangkan lainnya.

    LIVESCIENCE.COM | HEALTHYWAY.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.