Kamis, 20 September 2018

Survei, 8 dari 10 Orang Indonesia Mau Jual Barang dari Mantan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pria melihat foto pasangannya. shutterstock.com

    Ilustrasi pria melihat foto pasangannya. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah survei membuktikan bahwa 8 dari 10 orang Indonesia bersedia menjual barang bekas pemberian dari mantan. Data ini dilansir mobile classifieds marketplace Carousell dari survei in-app yang dilakukan kepada 970 orang responden.

    Ada banyak alasan orang menjual hasil pemberian matan kekasihnya. 60 persen dari para responden mengatakan barang pemberian mantan dijual untuk mendapatkan uang tambahan. 44 persen lainnya beralasan untuk mengurangi tumpukan barang di rumah. 35 persen responden juga menjawab tujuan mereka menjualnya agar bisa move on dari masa lalu. Baca: Kalina Oktarani Cerai, Simak 5 Tanda Pernikahan Tak Sehat Lagi

    40 persen responden yang bersedia menjual barang mantan ini mengatakan mereka selama ini menyimpan barang tersebut tanpa alasan. Walau begitu, ada pula 35 persen responden yang menyatakan masih menggunakannya. Sebagian kecil, atau hanya 20 persen responden yang mengatakan sebenarnya ia sulit melepaskan barang tersebut karena menyimpan banyak kenangan.

    Associate Country Manager Carousell Indonesia, Olivia Lautner mengatakan di Carousell orang bisa menjual dan membeli barang bekas. Olivia merasa terkejut tentang fakta ada banyak pengguna yang menjual barang-barang unik seperti barang pemberian dari mantan. "Menurut data internal Carousell, ada sekitar 20.000 barang mantan yang dijual. Barang-barang tersebut adalah 70 persen pakaian, 40 persen mainan, dan 30 persen buku,” kata Olivia dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 9 Maret 2018. Baca: 5 Hal Ini Penting Dalam Membina Hubungan Cinta, Simak Kata Ahli

    Apa yang akan mereka lakukan dengan uang hasil penjualan barang mantan? Survei Carousell menyatakan 22 persen responden mengatakan akan menyumbangkan uang tersebut untuk kegiatan sosial. Salah satu pengguna yang berusia 24 tahun bernama Vanya Asty. Vanya menggunakan uang hasil penjualan barang mantan untuk membelikan makanan bagi anak-anak kurang mampu. “Mantan aku beliin hadiah-hadiah mahal, kayaknya ga sopan ya kalau dibalikin. Jadi aku putuskan untuk jualan aja dengan tekad hasilnya akan aku pakai untuk sesuatu yang baik. Semoga mantanku juga senang ya, tahu barangnya aku jualin tapi hasilnya untuk itu,” kata Vanya.

    Pengguna lain, Hitbatul Zanah mengaku menjual barang pemberian mantannya secara online justru mendapat kisah unik. Ia sempat menjual barang mantannya yang ternyata selingkuh darinya. Ternyata pembeli barangnya adalah seorang perempuan yang sempat diberi harapan palsu oleh mantan pacar Hitbatul sendiri. "Lucu sih kita jadi curhat-curhatan gitu dan sampai sekarang masih berteman baik. Siapa sangka jualan jadi bisa nambah teman baru," katanya.

    Carousell Indonesia akan merayakan untuk pertama kalinya “National Move On Day” atau Hari Move On Nasional pada tanggal 12 Maret ini. Misinya adalah untuk menginspirasi orang untuk berjualan agar punya ruang untuk memenuhi hidupnya dengan pengalaman yang lebih bermakna. Baca: Sensasi Seduhan Beras Merah, Mirip Teh Barley Korea

    Olivia berharap program ini bisa mengedukasi orang untuk menjual barang bekas yang tidak lagi bermanfaat bagi mereka dan mengubahnya menjadi uang dan transaksi yang lebih berharga. "Pada Hari Move On Nasional ini kami berharap anak-anak muda Indonesia bisa melepaskan barang-barang dari masa lalu berserta emosi yang menyertainya," kata Olivia.

    Sejak diluncurkan di Indonesia pada tahun 2015 ada lebih dari 10,5 juta barang yang dijual dan 2,7 juta barang yang telah terjual di Carousell.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.