Jumat, 20 April 2018

7 Indikator yang Bisa Dijadikan Alasan untuk Putus Cinta

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan ribut sebelum menikah atau pernikahan. shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan ribut sebelum menikah atau pernikahan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Putus cinta tentu saja berbeda prosesnya untuk setiap orang. Tetapi nasihat paling penting yang diungkapkan seorang ahli hubungan Los Angeles, Gary Brown, adalah “Setiap orang dalam suatu hubungan kadang-kadang akan merasa tidak bahagia, bahkan dalam hubungan terbaik sekalipun."

    Ada beberapa indikator dalam sebuah hubungan yang bisa menjadi dasar Anda berdua putus. Sebaiknya mulai bicarakan secara jujur mengenai masa depan hubungan Anda. Apakah bisa diatasi atau memang harus diselesaikan dengan berpisah.

    Baca juga:
    Menjaga Kesehatan di Usia 40? Lakukan yang Satu Ini
    Sebelum Minum Wine, Intip Dulu 4 Tata Caranya

    Ingatlah, bahwa tidak ada hubungan cinta yang sempurna, namun terkadang kepentingan terbaik untuk masing-masing adalah menjauh dari situasi yang tidak bahagia dan tidak sehat.

    1. Hanya salah satu dari Anda yang berkomitmen
    Semua hubungan akan mengalami pasang surut. Tetapi, jika hanya salah satu dari Anda yang berusaha mempertahankan hubungan tersebut, kemungkinan hubungan Anda sudah menuju kegagalan. Konsep dalam menjalin hubungan dengan seseorang adalah bahwa Anda memiliki pasangan untuk bersandar di saat suka dan duka. Bukanlah jalinan suatu hubungan jika Anda merasa sendirian.

    2. Cinta Anda bersyarat
    Cinta, penerimaan, dan kasih sayang bukanlah suatu hal yang dijadikan hadiah dalam suatu hubungan. Jika Anda mendapati diri Anda menahan cinta dari pasangan dengan harapan bahwa mereka akan melakukan sesuatu untuk menyenangkan Anda atau berhenti melakukan apa pun yang membuat Anda marah, ini salah satu tanda bahaya. Hal tersebut menunjukkan bahwa komunikasi antara Anda dan pasangan telah sepenuhnya rusak. Dan dengan berusaha membangunnya kembali, Anda hanya akan memperburuk keadaan karena tidak melakukannya secara tulus.

    3. Anda atau pasangan menginvestasikan energi emosi kepada orang lain
    Menginvestasikan energi emosi disini tidak sama halnya dengan rasa ketertarikan pada orang lain. Namun, menurut seorang ahli, jika menemukan diri Anda tertarik kepada orang lain, hal tersebut sudah menunjukkan untuk mengakhiri hubungan Anda. Sebenarnya, suatu hal yang wajar untuk tertarik pada orang lain. Yang menjadi masalah adalah jika Anda atau pasangan menghabiskan waktu dan energi untuk mengenal orang lain pada tingkat yang lebih intim. Perselingkuhan emosional sama rusaknya dengan perselingkuhan fisik.

    4. Tidak ada empati
    Kurangnya empati dalam hubungan mengartikan Anda dan pasangan tidak dapat melihat sesuatu hal dari sudut pandang orang lain. Hal ini akan berakibat pada kemungkinan tidak pernah tercapainya suatu kesepakatan bersama dalam hubungan. Hal ini membuat hampir tidak mungkin untuk menyelesaikan argumen atau berkompromi pada hal-hal yang Anda atau pasangan tidak setujui.

    5.Merasa tidak bahagia dalam hubungan
    Tidak pernah ada baiknya dalam menjalin hubungan yang tidak membuat Anda bahagia. Pada akhirnya, ketidakpuasan Anda dengan hubungan akan bermanifestasi dalam bentuk pertengkaran yang sering, bahkan berkembang menjadi kebencian. Untuk kesejahteraan bersama, Anda dan pasangan harus mundur selangkah dari situasi untuk masing-masing introspeksi diri apa yang menyebabkan Anda merasa tidak bahagia. Baca: Mau Investasi Properti? Intip Dulu 5 Kiatnya Agar Tak Tergelincir

    6.Perselingkuhan adalah hal yang paling sering terjadi dalam hubungan
    Terkadang, dalam suatu hubungan bukan hal yang mustahil untuk memaafkan seseorang yang telah mengkhianati Anda. Namun, yang harus diingat adalah keyakinan bahwa pasangan tidak mengulangi kembali. Sayangnya, sebagian besar kasus membuktikan bahwa pasangan yang sering kembali berselingkuh membuktikan ia tidak cukup menghargai Anda dan hubungan.

    7.Pasangan yang kasar
    Para ahli setuju bahwa Anda tidak boleh berada di dalam suatu hubungan yang kasar. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa hubungan mereka beracun atau telah menyakiti perasaan sendiri secara emosional. Hal ini mungkin terjadi karena pasangan Anda terus-menerus membuat Anda merasa buruk akan diri sendiri, marah yang dipicu cemburu, atau mencoba mengendalikan hidup Anda. Yang jauh lebih mudah dikenali adalah kasus-kasus pelecehan fisik, dan jangan menunda untuk mengakhiri hubungan karena mereka tidak akan berubah. Bicarakan kepada teman, anggota keluarga, atau datangi ahli terkait masalah hubungan Anda. Terapkan rencana untuk mengakhiri hubungan cinta Anda dengan aman dan secepat mungkin.

    BUSTLE | PREVENTION | PSYCHOLOGYTODAY


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Bandara Kertajati Siap Sambut Musim Mudik

    Tahap pertama pembangunan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, nyaris rampung. Bandara internasional tersebut ditargetkan siap sambut pemudik.