Kenali Gejala Kanker Otak Agung Hercules, Kadang Mirip Sakit Maag

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agung Hercules yang memiliki nama asli Agung Santoso, menderita kanker otak Glioblastoma stadium 4 yang kini dirawat di Rumah Sakit Tangerang. Instagram/agunghercules88

    Agung Hercules yang memiliki nama asli Agung Santoso, menderita kanker otak Glioblastoma stadium 4 yang kini dirawat di Rumah Sakit Tangerang. Instagram/agunghercules88

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada beberapa jenis kanker otak, salah satu yang terganas adalah glioblastoma, seperti yang diderita penyanyi dangdut Agung Hercules. Gejalanya sulit dikenali karena tidak khas, kadang-kadang mirip dengan sakit maag. 

    Menurut ahli bedah saraf Dr. dr. Made Agus M. Inggas, SpBS, secara umum, kanker otak terbagi menjadi dua, yakni primer dan sekunder. Kanker otak primer selnya berasal dari otak dan bisa menyebar ke bagian otak lain, tapi hampir tidak pernah menyebar ke bagian tubuh lain.

    "Adapun kanker otak sekunder, sel kankernya berasal dari luar otak (organ tubuh lain), yang menyebar ke otak," ujar Ketua Departemen Bedah Saraf MRCCC Siloam Hospital Semanggi, Jakarta tersebut dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip Antara, Kamis, 27 Juni 2019.

    Lebih lanjut, kanker otak primer terbagi empat grade yakni grade satu atau yang paling ringan atau disebut pilocytic astrocytoma, grade dua disebut diffuse astrocytoma (astrocytomaderajat rendah), grade tiga yakni anaplastic astrocytoma dan grade empat glioblastoma multiforme.

    “Grade satu dan dua disebut tumor otak. Yang disebut kanker otak primer yakni grade tiga dan empat. Glioblastoma adalah yang paling ganas dan paling tinggi stadiumnya,” kata Made.

    Kanker otak umumnya langsung muncul ke grade empat pada orang berusia 60 tahun ke atas, karena mutasi yang terjadi terlalu banyak dan berat. Sedangkan pada anak-anak atau dewasa muda biasanya kanker terjadi secara bertahap.

    Gejala kanker otak sering kali sulit dikenali dan kadang bisa menyerupai gejala maag, flu, sakit kepala, mual dan muntah. "Sakit kepalanya pun tidak khas, dan sangat bervariasi. Ada yang seperti migrain, ada yang seperti vertigo, ada pula yang hanya muncul di pagi hari," kata Made.

    Menurut dia, sebaiknya waspada bila sakit kepala terus menerus, sulit disembuhkan dan semakin progresif. Selain gejala umum yang tidak khas, ada pula gejala lain, sesuai dengan lokasi kankernya. Bila kanker tumbuh di pusat bicara maka gejalanya mungkin kesulitan atau tidak bisa bicara.

    Gangguan fungsi ini muncul bila kanker tumbuh di bagian otak besar. Jika kanker ada di otak kecil, biasanya gejala yang hadir berupa vertigo. Sedangkan bila tumor ada di batang otak, umumnya ada penurunan kesadaran.

    “Batang otak hanya seukuran ibu jari orang dewasa. Bila ada kanker di sana, langsung muncul gangguan,” tutur Made.

    ANTARA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.