Aneka Mitos soal Minyak Zaitun, Cek Faktanya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi minyak zaitun. Pixabay.com

    Ilustrasi minyak zaitun. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Minyak zaitun dipercaya banyak manfaatnya bagi kesehatan manusia. Tentu tidak semua minyak dapat dikonsumsi, hanya yang berhasil melalui proses standarisasi.

    Menjaga kesehatan jantung hingga mengatur regulasi gula dalam darah merupakan dua dari sekian banyak manfaat minyak yang mengandung vitamin dan antioksidan tersebut. Sayangnya, tidak semua orang menyadari manfaat minyak zaitun.

    Banyak orang bahkan enggan mengonsumsinya. Mungkin mereka bingung membedakan mana yang lebih baik, minyak zaitun murni atau berkualitas terbaik, grade A (extra virgin), atau terminologi lain yang sama-sama tidak masuk akal, seperti cold-pressed olive oil.

    Pada dasarnya, semua minyak zaitun dengan kualitas A dibuat dengan hydraulic press yang menggunakan tekanan besar untuk mengekstrak jumlah maksimum cairan dalam buah zaitun (cold-pressed). Berikut mitos dan fakta minyak zaitun yang wajib diketahui, dilansir The Indian Express.

    Mitos: Minyak zaitun didinginkan dalam kulkas dan membeku, minyak tersebut 100 persen asli dan berkualitas tinggi
    Fakta: Keaslian minyak zaitun tidak dapat dites dengan peralatan di rumah. Beberapa jenis minyak yang didinginkan di dalam kulkas ada yang membeku ada yang tidak. Cara terbaik untuk menentukan kualitas adalah dengan aroma dan rasa, sementara keaslian hanya dapat diuji menggunakan alat-alat di laboraturium.

    Mitos: Minyak zaitun berwarna hijau berkualitas tinggi.
    Fakta: Warna bukan indikator kualitas minyak zaitun. Kualitas minyak zaitun sendiri tidak dapat dilihat dari bentuk generik produk. Faktor seperti varietas buah, kondisi cuaca, tanah, dan tempat asal buah tersebut diolah hingga menjadi minyak, dari yang warnanya kuning pucat hingga hijau tua,  dan seberapa cepat minyak tersebut membeku saat disimpan dalam kulkas merupakan penentu kualitas.

    Mitos: Panas akan menghilangkan manfaat minyak zaitun, itu sebabnya grade A lebih baik dikonsumsi lansung, tidak digunakan untuk memasak.
    Fakta: Rasa minyak zaitun mungkin akan berubah saat dipanaskan, namun manfaatnya tidak akan hilang. Anda dapat memasak apapun dengan jenis minyak zaitun apapun tanpa harus takut kehilangan manfaat sebab titik panas minyak zaitun lebih tinggi daripada minyak sayur biasa.

    Mitos: Minyak zaitun tidak dapat digunakan untuk memasak, menggoreng, atau menumis.
    Fakta: Di India, lokasi di mana tiga jenis minyak zaitun berkualitas tinggi (grade A) ditemukan, yakni extra virgin, pure, dan extra light, menggunakan minyak tersebut untuk memasak. Yang perlu diketahui ialah kualitas masing-masing jenis minyak zaitun sebab masing-masing jenis memiliki aroma, rasa dan titik didih berbeda. Misalnya, extra virgin memiliki rasa yang kuat dibanding minyak zaitun lain namun titik didihnya paling rendah.

    Minyak zaitun murni memiliki titik didih cukup tinggi namun rasanya kurang. Itu sebabnya kerap dimanfaatkan untuk memasak pizza, pasta, atau menumis sayuran. Terakhir, extra light tidak memiliki rasa sama sekali dan dapat digunakan untuk memasak atau menggoreng sehari-hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.