6 Penyebab Urine Berbau Tak Sedap

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi urin. shutterstock.com

    Ilustrasi urin. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Normalnya, urine berwarna kuning pucat bahkan cenderung putih. Tandanya tubuh terhidrasi dengan baik. Bagaimana dengan baunya?

    Kebanyakan orang tidak akan menyadari jika urinenya berbau. Sekilas, urine berbau amonia, zat tidak berwarna namun memiliki ciri khas bau menyengat hidung. Namun, apa jadinya jika urine berbau sangat menyengat? Berikut penyebabnya dilansir dari Men's Health.

    #Dehidrasi
    Selain warna, bau urine juga menjadi tanda apakah tubuh seseorang terhidrasi dengan baik atau tidak. Jika warna urine kuning dan berbau menyengat, bisa jadi orang tersebut mengalami dehidrasi parah. Saat tubuh mencerna protein, senyawa tak berwarna atau yang disebut urea terbentuk dan dikeluarkan melalui urine. Menurut Mehran Movassaghi, M. D., seorang pakar urologi dari Santa Monica, California, Amerika Serikat, air yang masuk ke dalam tubuh akan menekan tingkat urea sehingga saat seseorang tidak cukup minum, maka urinenya akan mengandung banyak sekali urea. Urea dalam urine menghasilkan warna kuning pekat dan menimbulkan bau menyengat seperti amonia.

    “Hidrasi tubuh dengan delapan gelas air sehari akan membuat warna urine lebih terang serta tidak berbau,” ujar Movassaghi.

    #Makanan dengan kandungan sulfur tinggi
    Asparagus menjadi salah satu makanan yang dapat menyebabkan urine berbau menyengat. Namun, tidak semua orang yang rajin mengonsumsi sayur menyadari hal tersebut. Menurut penelitian baru dalam BMJ, urine seseorang yang mengonsumsi asparagus cukup banyak saat makan malam memiliki bau seperti belerang.

    “Bukan hanya asparagus saja, makanan lain seperti bawang putih yang juga mengandung sulfur tinggi dapat mengubah aroma urine, sama halnya dengan kol mini dan kari.” jelas Movagasshi.

    #Kopi
    Biji kopi mengandung senyawa bernama kafeol yang dilepaskan saat pembakaran. Proses pembakaran menyebabkan kafeol terlepas dan berfungsi untuk memberikan aroma kopi yang nikmat. Sayangnya, kafeol tidak dapat larut dalam air, dengan kata lain tidak dapat dicerna dalam tubuh.

    “Minum kopi terlalu banyak, terutama saat tubuh dehidrasi, membuat kafeol dalam tubuh lebih terkonsentrasi sehingga menyebabkan urine berbau menyengat.” jelas seorang pakar urologi dan kanker, S. Adam Ramin, M. D.

    #Infeksi saluran kencing (UTI)
    Infeksi yang menyerang saluran kencing seseorang menyebabkan bakteri jahat berkembang biak sehingga warna dan aroma urin berubah. Terkadang, urine berbau menyengat seperti amonia atau tercium manis. Dalam hal ini, urine cenderung kental, bahkan disertai dengan darah.

    #Obat-obatan atau suplemen
    Beberapa jenis vitamin, obat-obatan, dan suplemen memang memiliki kandungan yang dapat mengubah aroma urine. Orang yang mengonsumsi banyak vitamin, terutama vitamin B, akan menghasilkan urine berwarna kuning pekat sesaat setelah mengonsumsinya. Obat-obatan lain seperti antibiotik juga mempengaruhi aroma urine. Kebanyakan antibiotik mengandung penisilin yang kemudian menjadikan urine lebih kental.

    #Terjangkit penyakit menular seksual (STD)
    Beberapa penyakit menular seksual, seperti trikomoniasis, klamidia, dan gonorea juga menjadi penyebab warna dan aroma urine berubah. Perubahan tersebut terjadi karena organisme yang harusnya bertanggung jawab untuk menjaga berbagai penyakit masuk justru memproduksi lebih banyak amonia. Tubuh mengenali amonia tersebut sebagai zat asing sehingga berusaha mengeluarkannya melalui urine.

    Jika salah satu hal di atas terjadi, segera periksakan ke dokter. Jangan sepelekan warna dan aroma urine yang tidak biasa. Perubahan warna dan aroma urine yang disertai dengan rasa sakit pada saat buang air, demam, bahkan menggigil, menjadi tanda penyakit batu ginjal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.