Resolusi 2020, Kesehatan Mental Harus Lebih Baik

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • uang dan kebahagiaan (ilustrasi)

    uang dan kebahagiaan (ilustrasi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika kesehatan mental dan emosi selama 2019 termasuk buruk, kini tidak ada waktu yang lebih baik untuk memprioritaskan kedua hal tersebut sebab suasana hati sangat mempengaruhi segala lini kehidupan, mulai dari hubungan, pekerjaan, dan perawatan diri. Oleh karena itu, persoalan mental patut berada di daftar atas resolusi 2020 ini.

    Dilansir dari Huffpost, berikut adalah lima tips kebahagian paling umum yang direkomendasikan oleh sejumlah terapis kesehatan mental.

    Menaklukkan kecemasan
    Para terapis menyampaikan penting untuk memotivasi diri sendiri dalam menaklukkan ketakutan guna menghadapi 2020.

    "Pilih kecemasan yang menghambat dan berkomitmen untuk sepenuhnya menghilangkan ketakutan itu," kata Forrest Talley, seorang psikolog klinis.

    Dia melanjutkan, kebahagiaan cenderung berada di balik kecemasan. Oleh sebab itu, tahun baru menjadi momentum yang tepat untuk menghapuskan kecemasan dan menjadikannya kebahagian.

    “Jangan menahan apapun. Perlakukan ketakutan itu seolah-olah itu adalah musuh nomor satu," ucap Talley.

    Tentukan jadwal tidur yang tepat
    Anda mungkin berpikir bahwa jam tidur tidak terlalu bermasalah, tetapi perhatikan jadwal lebih teliti. Apakah Anda benar-benar mendapatkan jam tidur yang optimal? Apakah Anda mempertahankan waktu tidur yang relatif sama setiap malam?

    “Tidur nyenyak sangat penting. Kurang tidur kronis adalah masalah besar, terutama bagi mereka yang bekerja lembur atau sangat sibuk," kata Joanna Konstantopoulou, seorang psikolog dan pendiri Health Psychology Clinic.

    Dia menambahkan kurang tidur selama 1-2 jam saja memiliki dampak signifikan pada pikiran dan hal itu dapat merusak kesehatan psikologis.

    "Mulailah dengan langkah-langkah kecil dengan memberikan waktu tidur yang masuk akal dan realistis. Cobalah tidur setengah jam sebelum waktu tidur yang biasa dan patuhi itu. Evaluasi kebiasaan baru ini setiap hari dengan memiliki jurnal dan tulis kemajuan Anda," tuturnya.

    Dia mencatat bahwa rutinitas baru tersebut akan meningkatkan daya ingat, mengurangi kecemasan, dan membawa racun keluar dari otak.

    Katakan hal-hal baik tentang Anda
    Roseann Capanna-Hodge, ahli kesehatan mental anak dan psikologi, menyarankan penyesuaian kosa kata sehari-hari, baik dalam pikiran maupun ucapan. Contohnya, alih-alih mengatakan, "Jika saya mendapatkan pekerjaan itu," lebih baik gunakan kata lain, seperti "Ketika saya mendapatkan pekerjaan itu."

    "Perubahan-perubahan halus dalam menggunakan bahasa positif membantu mengubah pola pikir menjadi gelas setengah penuh, bukannya gelas setengah kosong," ujarnya.

    Temukan aktivitas fisik yang disukai
    Dokter Jena Sussex-Pizula mengatakan bahwa olahraga berperan besar dalam kesehatan mental. Selain itu, dalam sebuah studi, olahraga juga memiliki efek menguntungkan dalam mengurangi gejala depresi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.