Minggu, 20 September 2020

Jangan Sepelekan Gejala Sering Lupa saat Muda, Atasi dengan Cara Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu berbicara dengan anak. Freepik.com

    Ilustrasi ibu berbicara dengan anak. Freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seberapa sering Anda lupa? Misalnya, lupa meletakkan kunci kendaraan, lupa mengerjakan tugas atau lupa mematikan kompor saat memasak.

    Jika sering, Anda sebaiknya lebih berhati-hati dan tidak menganggapnya sepele. Sebab, ini merupakan tanda bahwa fungsi kerja otak mengalami penurunan. Bahkan, lupa juga sering dikaitkan dengan risiko terbesar terjangkit demensia.

    Tentu Anda tak ingin demikian, bukan? Untuk itu, kita harus dengan sigap mengatasinya. Adapun dalam merealisasikan hal tersebut, Dokter Spesialis Saraf dari Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito, Astuti melalui acara webinar #ObatiPikun pun membagikan beberapa tipsnya.

    1. Mencegah dan mengurangi stres
      Stres sangat berkaitan erat dengan kepikunan. Astuti menjelaskan bahwa dalam kondisi tertekan, produksi hormon kortisol akan meningkat. Sayangnya ini bisa menyebabkan kerusakan pada area hippocampus otak sehingga meningkatkan risiko lupa lebih tinggi.

      Adapun dalam mencegah dan mengurangi stres, Astuti mengimbau agar setiap orang aktif mengembangkan hobi dan melakukan berbagai kegiatan sosial. “Kegiatan yang menyenangkan akan menurunkan produksi hormon stres. Ini pada akhirnya ikut memelihara fungsi otak untuk tetap bekerja optimal,” katanya pada 14 September 2020.

    2. Menerapkan diet sehat
      Astuti mengatakan bahwa nutrisi sangat penting dalam memelihara fungsi otak agar tidak cepat rusak dan membuat seseorang mudah lupa. Selain konsumsi makanan bergizi, menambahkan multivitamin sebagai tambahan juga sangat diimbau olehnya. “Kita perlu membekali diri dengan protein rendah lemak seperti buah, kacang dan sayuran. Jangan lupa menambahkan antioksidan, vitamin C, E dan sebagainya,” katanya.

    3. Latihan fisik secara teratur
      Rutin berolahraga tak lupa disarankan Astuti. Ia mengatakan bahwa beraktivitas fisik bisa melancarkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh termasuk otak. Hal tersebut pun pada akhirnya bisa membantu pikiran lebih jernih serta menjaga daya ingat. Tidak perlu olahraga yang berat, cukup berlari atau berjalan saja sudah ampuh mencegah kepikunan. “Latihan yang baik itu 30 menit sehari. Tapi kalau tidak punya waktu, 10 menit pun sudah efektif,” katanya.

    4. Menghindari rokok
      Menurut Astuti, rokok dapat mempersempit dan merusak pembuluh darah. Hal tersebut mengakibatkan aliran oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak menjadi terhambat. Ini pada akhirnya membuat perokok mudah lupa. “Sebaiknya hindari rokok karena risikonya besar untuk kesehatan pembuluh darah dan dampaknya bisa ke otak,” katanya.

      SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    8 Tips Aman Mempercepat Datang Bulan

    Datang bulan yang terjadi bagi sebagian wanita dapat mengganggu aktivitas mereka. Tak sedikit yang menempuh sejumlah cara untuk mempercepat haid.