Penyakit Menyerang Anak, Beri Perhatian Lebih Tapi Jangan Panik

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak sakit. shutterstock.com

    Ilustrasi anak sakit. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang tua kerap merasa panik saat si buah hati diserang penyakit. Namun perlu dipahami kepanikan orang tua justru berpengaruh buruk pada kondisi anak. Orang tua mesti tahu bagaimana berperilaku dan membantu anak segera pulih dari sakit.

    Ada banyak faktor yang mempengaruhi kesembuhan anak. Mulai dari kondisi psikologis nya, tingkat emosi dan stres anak akibat rasa sakit yang diderita. Anak hanya mengekspresikan emosinya dengan marah atau menangis. Sangat dibutuhkan peran orang tua menenangkan anak dan mendampingi proses penyembuhannya. 

    Salah satu langkah mudah untuk menenangkan anak adalah dengan mendekapnya dalam pelukan. Pelukan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena merasa mendapat dukungan sosial melalui sentuhan lebih baik. Bukan tanpa dasar, hal diatas berdasarkan penelitian di Universitas Carneige Mellon, Pittsburgh, Pennsylvania, AS, pada 2015.

    Profesor psikologi Sheldon Cohen katakan bahwa pelukan bisa melindungi orang yang sedang stres dari meningkatnya resiko penyakit yang berkaitan dengan stres. Selain itu pelukan dapat meredam emosi anak yang sedang marah ataupun menangis.

    Baca: Kenali 6 Penyakit yang Biasanya Muncul Saat Musim Hujan dan Banjir

    Lebih lanjut, berikut beberapa perhatian yang dapat diberikan orang tua kepada anak yang sedang sakit untuk mempermudah proses pemulihannya.

    Pertama, biarkan anak bercerita apa yang dirasakannya. Sambil mendengarkan Anda mesti menyampaikan rasa simpati. Jangan lupa selipkan pesan-pesan agar anak lebih peduli dengan kesehatannya.

    Selanjutnya, ciptakan kenyamanan bagi anak. Tetap berada disampingnya dan berikan suasana rumah tenang dan bersih.

    Agar anak lupa dengan rasa sakit, sebisa mungkin alihkan perhatiannya. Ajak si kecil melakukan hal yang dapat menghibur. Bisa dengan bernyanyi bersama, menonton kartun, menggambar, atau melakukan kegiatan yang menyegarkan tubuhnya. Dengan catatan tidak terlalu menguras tenaga.

    Penuhi nutrisi anak dengan baik. Masa pemulihan anak butuh banyak asupan. Mulai dari karbohidrat, lemak, zat besi, protein dan vitamin lainnya. Jika anak sulit mengunyah makanan, sajikan dalam bentuk bubur atau variasi lainnya.

    Jangan lupa memastikan anak cukup minum. Nafsu makan yang hilang membuat anak mudah merasa dehidrasi. Sebab asupan cairannya sangat rendah. Upayakan anak tetap minum yang cukup. Air kelapa muda atau minuman ion lainnya bisa jadi pilihan.

    Terakhir, dalam masa pemulihan dari penyakit, berikan anak waktu istirahat yang cukup. Anda bisa memutar musik yang bisa menambah ketenangannya, membacakan dongeng atau cerita saat menemaninya istirahat. 

    RAUDATUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.