Penggumpalan Darah, Gejala dan Cara Mencegah

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sel Darah Merah. Dok: StockXpert

    Sel Darah Merah. Dok: StockXpert

    TEMPO.CO, Jakarta - Ramai kabar vaksin AstraZaneca bisa menyebabkan penggumpalan darah. Kondisi ini adalah keadaan darurat medis serius yang membutuhkan perawatan segera karena dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

    Gumpalan bisa menyumbat pembuluh darah, yang membuatnya semakin sulit mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Penggumpalan darah relatif umum terjadi karena protein dan trombosit yang menggumpal di dalam pembuluh darah, biasanya berkembang di kaki atau lengan, tetapi juga bisa terbentuk hampir di mana saja, termasuk di sekitar jantung, otak, atau paru-paru.

    Jika tidak ditangani, gumpalan bisa masuk ke paru-paru yang membuatnya menjadi sangat serius, dikenal sebagai emboli paru. Gumpalan darah paling mungkin berkembang di lengan atau tungkai, jauh di bawah permukaan kulit. Kondisi ini dikenal sebagai trombosis vena dalam (DVT) dan ada kemungkinan masuk ke jantung atau paru-paru.

    Kebanyakan orang mengembangkan DVT setelah menghabiskan waktu lama untuk duduk, misalnya dalam penerbangan jarak jauh. Meskipun kebanyakan orang mungkin tidak mengalami tanda-tanda penggumpalan darah di kaki, ada beberapa gejala utama yang harus diwaspadai.

    WebMD mencatat ketika gumpalan darah tidak pecah, hal ini bisa berbahaya dan menyebabkan kondisi medis yang serius. Kondisi ini bisa terjadi di hampir semua bagian tubuh dan kemungkinan besar mempengaruhi kaki, terutama jika orang duduk dalam waktu yang lama.

    "Jika melihat tanda-tanda peringatan, kemungkinan besar Anda akan mendapatkan bantuan medis cepat yang dapat membuat perbedaan besar dalam menjauhkan Anda dari zona bahaya. Tapi penting untuk diketahui, dalam beberapa kasus pembekuan dapat terjadi dengan sedikit gejala atau tidak sama sekali,” tulis WebMD.

    Salah satu gejala pembekuan darah yang paling umum adalah pembengkakan. Orang mungkin menemukan seluruh tubuh kiri mulai membengkak dan mungkin terasa hangat saat disentuh.

    Kaki mungkin mulai menjadi semakin gatal dan bisa timbul semburat merah atau biru pada kulit. Saat bekuan darah berkembang, kaki bisa menjadi nyeri atau sakit. Jika bekuan berada di tungkai bawah, Anda bisa mengalami kram yang terus-menerus.

    Beberapa pasien juga mulai kesulitan bernapas, yang biasanya merupakan tanda gumpalan telah berpindah dari kaki menuju paru-paru. Kesulitan bernapas kemungkinan besar akan disertai dengan batuk parah, nyeri dada, dan pusing. Orang yang mengalami gejala tersebut harus segera menghubungi layanan atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan yang layak.

    Baca juga: Waspadai Pembekuan Darah, Bisa Sebabkan Kematian

    Ada beberapa faktor risiko pembekuan darah, termasuk merokok, kehamilan, dan berat badan. Dilansir dari Express UK, berikut beberapa cara untuk mengurangi risiko.

    Bergerak
    Bekerja dari rumah berarti banyak orang menghabiskan setahun terakhir tanpa banyak keluar. Ini bisa menyebabkan orang menjadi lebih minim bergerak. Perlu diingat, tidak bergerak bisa memperlambat aliran darah dan meningkatkan risiko pembekuan darah. Obatnya adalah meregangkan dan menggerakkan kaki atau rutin melangkah.

    Berhenti merokok
    Salah satu faktor risiko pembekuan darah yang paling terkenal adalah merokok. Sebabnya, merokok dapat memicu kerusakan pada pembuluh darah. Kebiasaan itu juga menyebabkan trombosit lebih menempel, meningkatkan risiko penggumpalan dua kali lipat. Meskipun bukan solusi yang mudah, orang harus mengurangi risiko ini dengan berhenti merokok.

    Menurunkan berat badan
    Obesitas juga berisiko pada pembekuan darah meskipun para dokter masih belum yakin apa yang benar-benar menyebabkan peningkatan risiko tersebut. Secara khusus, orang dapat mengembangkan DVT atau emboli paru. Para ahli menduga peningkatan lemak menghentikan aliran darah melalui vena, mengubah komposisinya, dan meningkatkan peradangan.

    Olahraga
    Beberapa orang mungkin tidak kelebihan berat badan tetapi memiliki kondisi yang menyebabkan penggumpalan darah. Salah satu tindakan terbaik yang bisa dilakukan adalah mulai berolahraga yang akan membantu aliran darah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.