Latih Meditasi Mindfulness Untuk Kontrol Kecemasan dan Melawan Pikun

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi meditasi. puer-chay.ru

    Ilustrasi meditasi. puer-chay.ru

    TEMPO.CO, Jakarta - Meditasi mindfulness telah terbukti dapat memengaruhi cara kerja otak, bahkan strukturnya. Orang yang melakukan meditasi jenis ini menunjukkan peningkatan aktivitas di area otak, terkait dengan emosi positif yaitu pre-frontal korteks. Umumnya, pre-frontal korteks kurang aktif pada orang yang mengalami depresi. Mindfulness berarti perhatian.

    Banyak penelitian yang menunjukkan perubahan dalam aktivitas gelombang otak selama meditasi mindfulness. Peneliti menemukan bahwa area otak yang berkaitan dengan regulasi emosional lebih besar pada orang yang bermeditasi secara teratur selama lima tahun atau lebih.

    Mengutip dari Mental Health Foundation, Profesor Emeritus Jon Kabat-Zinn membantu membawa praktik meditasi mindfulness ke dalam pengobatan umum. Ia menunjukkan bahwa berlatih mindfulness dapat membawa pengaruh baik, untuk gejala fisik maupun psikologis. Selain itu juga membawa perubahan positif dalam kesehatan, sikap, dan perilaku. Jon Kabat-Zinn merupakan pendiri dan mantan direktur Klinik Pengurangan Stres di Pusat Medis Universitas Massachusetts.

    Beragam Manfaat Meditasi Mindfulness

    1. Mengurangi Tingkat Stres

    Orang dengan tingkat stress yang tinggi, direkomendasikan untuk mencoba meditasi mindfulness. Biasanya, stres mental dan fisik menyebabkan peningkatan pada kadar hormon stres kortisol. Peningkatan hormon kortisol yang berujung stress, menimbulkan banyak efek berbahaya. Msalnya pelepasan bahan kimia inflamasi yang disebut dengan sitokin.

    Efek tersebut dapat mengganggu tidur, meningkatkan depresi dan kecemasan, meningkatkan tekanan darah, serta berkontribusi pada kelelahan dan pemikiran yang negatif.

    Penelitian telah menunjukkan bahwa meditasi juga dapat memperbaiki gejala kondisi terkait stress. Di dalamnya termasuk sindrom iritasi usus besar, gangguan stres pascatrauma, serta fibromyalgia.

    1. Mengontrol kecemasan

    Meditasi mindfulness telah terbukti dapat mengurangi stress. Artinya, juga mampu mengurangi kecemasan. Sebuah metaanalisis dengan melibatkan hampir 1.300 orang dewasa, menemukan bahwa meditasi dapat mengurangi kecemasan. Efek paling kuat dirasakan oleh mereka yang memiliki tingkat kecemasan tinggi.

    Selain itu, penelitian lain menemukan bahwa meditasi mindfulnes selama 8 minggu dapat membantu mengurangi gejala kecemasan. Meditasi juga dapat membantu mengendalikan kecemasan terkait pekerjaan. Sebuah studi menemukan bahwa perasaan sejahtera, penurunan stres dan ketegangan kerja pada karyawan yang menggunakan aplikasi meditasi mindfulness mengalami peningkatan. Meditasi dilakukan selama selama 8 minggu.

    1. Meningkatkan Kesadaran Diri

    Beberapa bentuk meditasi dapat membantu dalam mengembangkan pemahaman lebih tentang diri sendiri. Meditasi membantu Anda untuk tumbuh menjadi diri yang terbaik.

    Sebuah studi menyebutkan, 153 orang dewasa yang menggunakan aplikasi meditasi mindfulness selama 2 minggu mengalami penurunan perasaan kesepian. Selain itu, tampak juga peningkatan kontak sosial. Tak hanya itu, pengalaman dalam bermeditasi dapat mengasah keterampilan dalam memecahkan masalah.

    1. Memperpanjang Rentang Perhatian

    Meditasi mindfulness membantu meningkatkan kekuatan dan daya tahan perhatian Anda. Sebuah studi menemukan bahwa peningkatan perhatian terjadi pada orang yang mendengarkan rekaman meditasi. Selain itu, akurasi saat menyelesaikan pekerjaannya menjadi lebih tinggi.

    Studi lain yang serupa menunjukkan bahwa orang yang teratur berlatih meditasi lebih optimal pada pekerjaan visual dan memiliki rentang perhatian yang lebih besar jika dibandingkan dengan orang yang tidak pernah meditasi.

    Meditasi mindfulness dalam waktu yang singkat setiap hari sangat bermanfaat bagi Anda. Sebuah studi menyebutkan, meditasi selama 13 menit setiap hari dapat meningkatkan perhatian dan ingatan setelah 8 minggu.

    1. Mengurangi Kehilangan Ingatan Karena Usia

    Perbaikan dalam perhatian dan kejernihan berpikir dapat membantu menjaga pikiran Anda tetap muda alias tak pikun. Ada sebuah metode yang disebut dengan Kirtan Kriya. Metode ini menggabungkan ucapan-ucapan dengan gerakan jari yang berulang-ulang untuk memfokuskan pikiran. Melalui studi yang dilakukan pada orang yang kehilangan memori karena usianya, metode ini dapat meningkatkan kinerja pada tes neuropsikologis.

    Selain melawan kehilangan memori terkait usia, meditasi mindfulness setidaknya dapat memperbaiki sebagian memori pada pasien demensia.

    1. Menurunkan tekanan darah

    Meningkatkan kesehatan fisik dengan cara mengurangi ketegangan pada jantung merupakan salah satu manfaat dari meditasi mindfulness. Seiring berjalannya waktu, tekanan darah yang tinggi membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah. Sehingga, dapat menyebabkan fungsi jantung memburuk.

    Tingginya tekanan darah juga berperan pada aterosklerosis atau penyempitan arteri. Arterosklerosis dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

    Sebuah metaanalisis dilakukan dengan 12 studi yang melibatkan hampir 1.000 peserta. Hasilnya, meditasi dapat membantu mengurangi tekanan darah. Meditasi mindfulness dapat pula bekerja mengontrol tekanan darah dengan merelaksasikan sinyal saraf yang mengoordinasikan fungsi jantung, ketegangan pembuluh darah, dan respon yang meningkatkan kewaspadaan dalam situasi stres.

    ANNISA FEBIOLA

    Baca: Meditasi Mindfulness Memberi Dampak Pada Kesehatan Mental


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.