Bukan Hanya Manusia Kena Efek Ketularan Menguap

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita mengantuk atau menguap.  shutterstock.com

    Ilustrasi wanita mengantuk atau menguap. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menguap merupakan salah satu respons yang diberikan oleh tubuh ketika Anda sudah merasa lelah dan membutuhkan istirahat. Namun, apakah Anda pernah memerhatikan jika seseorang di dekat Anda menguap, biasanya Anda juga akan cenderung ikut menguap walaupun Anda sedang dalam keadaan segar dan tidak merasa ngantuk.

    Mengapa hal ini terjadi? Anda ikut-ikutan menguap saat seseorang di dekat Anda menguap adalah tanda adanya rasa keterikatan dan rasa empati Anda. Sebuah penelitian menjelaskan bahwa semakin besar keterikatan dan rasa empati seseorang, kemungkinan mereka akan menguap setelah melihat orang lain menguap adalah sangat besar.

    Perilaku ini merupakan jenis echo phenomenon yang merupakan suatu perilaku meniru orang lain secara otomatis. Echo phenemenon dibagi dalam beberapa jenis dan menguap termasuk echo phenemenon jenis echopraxia.

    Di samping itu, aktivitas otak, khususnya pada fungsi motorik juga mendorong seseorang untuk menguap setelah melihat orang lain menguap. Dalam penelitian Current Biology dijelaskan bahwa hal ini terkait dengan tingkat aktivitas otak seseorang, khususnya pada bagian korteks motor.

    Menariknya, aktivitas menguap yang menular ternyata tidak hanya dijumpa pada manusia, tetapi hewan seperti anjing juga terkadang mengalami fenomena tersebut.

    EIBEN HEIZIER

    Baca: Sering Menguap Belum Mesti karena Mengantuk, Bisa Jadi Gejala Depresi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.