Penyebab Berat Badan Naik usai Berhenti Merokok

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi kampanye anti rokok. Bhaskar Mallick/Pacific Press/LightRocket via Getty Images

    Ilustrasi kampanye anti rokok. Bhaskar Mallick/Pacific Press/LightRocket via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Merokok memang bikin kecanduan. Namun, membulatkan tekad untuk berhenti merokok juga bukan perkara mudah dan bahkan diklaim bisa jadi penyebab berat badan naik.

    Penambahan berat badan merupakan hal umum yang terjadi ketika seseorang mencoba berhenti merokok. Perlu diketahui, merokok dapat menimbulkan banyak masalah kesehatan seperti kanker, penyakit jantung, stroke, penyakit paru-paru, dan diabetes.

    Kenaikan berat badan setelah berhenti merokok masih bisa dikendalikan. Di sisi lain, penyakit kronis yang disebabkan oleh rokok bisa berakibat fatal bagi tubuh. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal Drug and Alcohol Dependence mengungkapkan penyebab kenaikan berat badan saat berhenti merokok ternyata bersumber pada otak. Hal tersebut dilatarbelakangi kandungan nikotin yang dapat meningkatkan keinginan tubuh untuk makanan yang tidak sehat dan diproses. Selain itu, rokok mampu mengurangi nafsu makan.

    "Oleh karena itu, ketika perokok mencoba berhenti merokok, akan adanya peningkatan rasa lapar dan akhirnya makan lebih banyak dari biasanya," tulis penelitian yang diterbitkan Journal Drug and Alcohol Dependence, seperti dilansir dari Times of India.

    Banyak faktor yang mengakibatkan penambahan berat badan ketika mencoba berhenti merokok. Kenaikan berat badan setelah berhenti merokok adalah metabolisme yang lambat akibat tidak adanya nikotin pada tubuh lalu berakibat orang membakar lebih sedikit kalori saat tidak merokok. Simak empat langkah berikut ini agar tidak mengalami kenaikan berat badan usai berhenti merokok, seperti dilansir dari Times of India.

    Bergerak lebih aktif
    Jika sebelumnya sudah aktif secara fisik atau tidak, segera lanjutkan dengan rutinitas latihan olahraga yang aktif. Berolahraga mampu meningkatkan metabolisme dan membantu membakar lebih banyak kalori dari biasanya. Sertakan sesi latihan kardio dan kekuatan dalam rutinitas latihan setiap hari dengan intensitas waktu setidaknya selama 45 menit.

    Perbanyak serat
    Konsumsi lebih banyak serat akan menyebabkan kenyang yang lebih tahan lama sehingga dapat mencegah keinginan makan makanan berlemak dan manis. Cobalah makan lebih banyak sayuran berwarna, buah-buahan, dan lemak sehat untuk menurunkan berat badan dan pertahankan konsistensi cara ini supaya juga dapat mengurangi risiko penyakit kronis.

    Jangan sampai lapar
    Sebelum lapar, sebaiknya buatlah jadwal makan, terapkan dengan tekun dalam keseharian. Perlu diingat, dalam menyusun jadwal makan ialah kesenjangan antara waktu makan tidak boleh terlalu lama karena hanya akan membuat kelaparan lalu berakibat makan lebih banyak. Dengan adanya jadwal tersebut, makanan akan masuk ke dalam tubuh secara teratur serta nutrisi akan lebih terjaga karena makanan yang seimbang, termasuk seluruh mikro dan makronutrien, sehingga dapat dipastikan tubuh lebih sehat.

    Tidur tepat waktu
    Perlu digarisbawahi jadwal tidur juga memegang peranan penting ketika mencoba menurunkan berat badan. Berbagai hal seperti kurang tidur dapat meningkatkan keinginan diri untuk makan makanan tidak sehat di pagi hari. Hal ini juga dapat menyebabkan perubahan suasana hati, seperti lekas marah dan kurang konsentrasi.

    Baca juga: Tak Cuma Aktif dan Pasif, Merokok Tangan Ketiga Juga Berbahaya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.