Brain Test Bisa Mengurangi Risiko Demensia dan Alzheimer

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi teka teki silang di koran. Pixabay.com/stevepb

    Ilustrasi teka teki silang di koran. Pixabay.com/stevepb

    TEMPO.CO, JakartaBrain test atau tes otak bisa dilakukan dengan game asah otak. Brain test menggunakan game ternyata memiliki beberapa manfaat, apa saja?

    1. Membantu ingatan
    Melansir Hospital and Health Care di situs hhmglobal.com, game pelatihan otak dirancang untuk menguji memori melalui berbagai permainan dan tantangan yang berbeda. Beberapa permainan efektif untuk mengasah keterampilan yang dapat menurunkan seiring bertambahnya usia, seperti pengambilan keputusan, waktu reaksi, dan ingatan jangka pendek.

    2. Mengurangi Risiko Demensia Atau Alzheimer
    Pada 2015, penelitian menemukan bahwa permainan pelatihan otak dapat secara langsung dikaitkan dengan peningkatan penalaran, pembelajaran verbal, serta penyelesaian tugas sehari-hari dengan melibatkan kurang lebih 7.000 peserta dengan Alzheimer.

    3. Meningkatkan Perhatian
    Manfaat lain dari permainan pelatihan otak ialah dapat meningkatkan fokus seseorang dalam melakukan keterampilan. Apabila Anda mengalami kesulitan konsentrasi cobalah mainkan game asah otak.

    4. Peningkatan ketangkasan
    Game pelatihan otak juga berfokus untuk membantu meningkatkan waktu reaksi yang bertujuan menguji kecepatan, perhatian, dan kemampuan dalam mengambil tindakan. Hal ini dapat membantu meningkatkan pengambilan keputusan dan rasa percaya diri.

    5. Kelincahan Mental
    Brain test berupa game pelatihan otak juga dirancang untuk menguji ketangkasan mental, hal ini berkaitan dengan keterampilan pemecahan masalah, kemampuan berpikir kritis, dan memecahkan masalah secara efisien.

    DELFI ANA HARAHAP

    Baca: 4 Cara Ringan Mengasah Otak, Bermainlah dengan Anak-anak


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.