Malas Mandi, Ini Dampaknya bagi Tubuh

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi wanita sedang mandi. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita sedang mandi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada orang dapat pergi berminggu-minggu tanpa mandi sebelum akhirnya mengeluarkan bau tidak sedap. Tetapi, ini tidak berarti mereka dibenarkan malas mandi.

    Ada sejumlah risiko orang tidak mandi secara teratur. Masalah utamanya adalah bakteri. Ketika orang tidak mandi 3-4 hari di antara waktu mandi, mereka berisiko mengumpulkan bercak-bercak hitam dan kulit bersisik yang dapat menyebabkan infeksi jamur atau bakteri.

    Bercak ini terdiri dari sel kulit mati, kotoran, dan keringat, yang dapat memicu jerawat atau memperburuk kondisi yang sudah ada sebelumnya, seperti psoriasis, dermatitis, dan eksim. Michele Green, dokter kulit kosmetik yang berbasis di New York, menjelaskan beberapa orang perlu mandi lebih sering daripada yang lain, tergantung seberapa sering mereka berolahraga.

    Green mengatakan selain bau, Anda juga perlu memperhatikan sejumlah masalah kulit yang berbeda, seperti jerawat, iritasi, peningkatan kondisi kulit yang ada dan bahkan bertahun-tahun, atau infeksi jamur.

    “Jerawat terbentuk ketika ada penyumbatan dan peradangan pada folikel sebaceous, tidak hanya di wajah tetapi juga di dada dan punggung,” jelasnya.

    Baca juga: Tips Sukses Richard Branson: Rajin-rajinlah Mandi


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.