Jangan Sepelekan Batuk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Batuk oleh sebagian besar masyarakat sering dianggap sebagai penyakit sepele. Padahal batuk bisa menjadi salah satu gejala penyakit serius lainnya. Menurut praktisi kesehatan, dr Aldrin Neilwan Pancaputra, dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), tanggung jawab kesehatan ada pada diri sendiri. Jika harus mengkonsumsi obat, kata dia, harus digunakan secara rasional.

    Aldrin merujuk pada keputusan Kepala BPOM Nomor HK.04.1.35.06.13.3534 Tahun 2013 tentang Pembatalan Izin Edar Obat Mengandung Dekstrometorfan Sediaan Tunggal. Menurut Aldrin, kebijakan yang dikeluarkan pastinya sudah melalui kajian yang mendalam. "Lihat kemasannya dan harus teregistrasi dari BPOM," ujarnya dalam siaran pers, Senin, 28 April 2014.

    Sebelumnya Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Napza BPOM Retno Tyas Utami mengatakan pada Juni 2014 mendatang dipastikan semua dekstrometorfan sediaan tunggal tidak lagi beredar di masyarakat. "Yang diizinkan beredar adalah dekstrometorfan yang sudah dikombinasikan dengan zat lain," kata Retno.

    Retno mengungkapkan dekstrometorfan merupakan obat batuk untuk batuk kering (antitusif) yang bekerja dengan menekan pusat batuk di susunan saraf pusat. Bentuk dekstrometorfan dapat berupa tablet maupun sirup.

    Dekstrometorfan dapat diperoleh secara bebas dan banyak dijumpai pada sediaan obat batuk maupun flu. Dosis dewasa adalah 15-30 miligram, diminum 3-4 kali sehari. Efek anti-batuknya bisa bertahan 5-6 jam setelah penggunaan per oral. Jika digunakan sesuai aturan, jarang menimbulkan efek samping yang berarti.

    Masalahnya, DMP sering disalahgunakan. Pada dosis besar, DMP dapat menyebabkan efek euforia dan halusinasi penglihatan maupun pendengaran. Intoksikasi atau overdosis DMP dapat menyebabkan hiper-eksitabilitas, kelelahan, berkeringat, bicara kacau, hipertensi, dan mata melotot (nystagmus). Apalagi jika digunakan bersama alkohol, efeknya bisa sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian.

    ALIA

    Berita Lain:
    Begini Metode Kerokan yang Tepat
    5 Tip Rias Wajah Natural
    Trik Rias Wajah untuk Mancungkan Hidung 
    Hari Terakhir Inacraft, Sale Digelar

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.