Cara Cegah Infeksi Hati dan Penanganan Pasien

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi Liver. Shutterstock

    Ilustrasi Liver. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Putra kedua Almarhum Ustaz Arifin Ilham, Ameer Azzikra, meninggal dunia setelah sempat masuk ruang Intensive Care Unit (ICU) akibat infeksi hati. Ameer meninggal Senin dini 29 Oktober 2021.

    Melansir dari dokumen pusdatin.kemkes.go.id, infeksi hati atau disebut juga dengan Hepatitis merupakan peradangan pada sel-sel hati yang disebabkan oleh infeksi (virus, bakteri, parasit), obat-obatan (termasuk obat tradisional), konsumsi alkohol, lemak yang berlebih, dan penyakit autoimun.

    Bagaimana upaya pencegahan infeksi hati atau liver? Melansir dari laman mayoclinic.org, terdapat beberapa hal yang bisa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi liver sebagai berikut.

    Batasi minum alkohol
    Hindari mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan. Untuk orang dewasa sehat pastikan per harinya tidak melebihi satu gelas untuk wanita dan hingga dua gelas untuk pria. Jangan mengonsumsi alkohol dalam seminggu lebih dari delapan gelas untuk wanita dan lebih dari 15 gelas untuk pria.

    Hindari perilaku berisiko
    Infeksi hati Hepatitis B dapat menular lewat hubungan seksual. Untuk itu hindari perilaku seks bebas atau gunakan kondom saat berhubungan seks. Jika memilih menato atau tindik badan, perhatikan tentang kebersihan dan keamanan saat memilih toko. Hindari menggunakan jarum suntik bekas pakai. Virus hepatitis dapat menyebar melalui tusukan jarum yang tidak disengaja atau pembersihan darah atau cairan tubuh yang tidak tepat.

    Vaksinasi
    Jika tinggal di wilayah yang riskan tertular infeksi hati, sebaiknya lakukan vaksinasi. Beberapa infeksi hanya menyebar lewat penularan. Vaksinasi dapat melindungi dari risiko penularan tanpa sengaja. Jika sudah terinfeksi segala bentuk virus hepatitis, bicarakan dengan dokter tentang mendapatkan vaksin hepatitis A dan B.

    Gunakan obat dengan bijak
    Minum obat berlebihan atau menggunakannya dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kerja hati. Untuk itu, minum obat resep dan nonresep hanya bila diperlukan dan hanya dalam dosis yang dianjurkan. Jangan mencampur obat dan alkohol. Bicaralah dengan dokter sebelum mencampur suplemen herbal atau obat resep atau nonresep.

    Jaga keamanan makanan
    Hepatitis B disebabkan oleh mengonsumsi makanan yang tidak higienis. Cuci tangan secara menyeluruh sebelum makan atau menyiapkan makanan. Jika bepergian ke luar rumah, gunakan air kemasan untuk minum, cuci tangan, dan gosok gigi.

    Berhati-hatilah dengan semprotan beracun
    Pastikan untuk menggunakan produk beracun di area yang berventilasi baik dan kenakan masker saat menyemprotkan insektisida, fungisida, cat, dan bahan kimia beracun lain. Selalu ikuti instruksi dari pabrik. Lindungi kulit saat menggunakan insektisida dan bahan kimia beracun lainnya, kenakan sarung tangan, lengan panjang, topi, dan masker agar bahan kimia tidak terserap melalui kulit.

    Pertahankan berat badan sehat
    Obesitas dapat menyebabkan penyakit hati berlemak nonalkohol. Karena itu, pertahankan berat badan ideal.

    Bagaimana mengobati infeksi hati? Melansir dari laman medicinenet.com, setiap penyakit hati akan memiliki rejimen pengobatan spesifik sendiri. Misalnya, hepatitis A memerlukan perawatan suportif untuk mempertahankan hidrasi sementara sistem kekebalan tubuh melawan dan mengatasi infeksi. Pasien dengan batu empedu mungkin memerlukan pembedahan untuk mengangkat kantong empedu. Penyakit lain mungkin memerlukan perawatan medis jangka panjang untuk mengendalikan dan meminimalkan konsekuensi penyakit.

    Pada pasien dengan sirosis dan penyakit hati stadium akhir, obat mungkin diperlukan untuk mengontrol jumlah protein yang diserap dalam makanan. Hati yang terkena sirosis mungkin tidak dapat memetabolisme produk limbah, mengakibatkan peningkatan kadar amonia darah dan ensefalopati hepatik (letargi, kebingungan, koma). Diet rendah natrium dan pil air (diuretik) mungkin diperlukan untuk meminimalkan retensi air.

    Pada penderita dengan sejumlah besar cairan asites atau cairan terakumulasi di rongga perut, kelebihan cairan mungkin harus sesekali dikeluarkan dengan jarum dan alat suntik (parasentesis). Menggunakan anestesi lokal, jarum dimasukkan melalui dinding perut dan cairan ditarik. Cairan asites dapat terinfeksi secara spontan dan parasentesis juga dapat digunakan sebagai tes diagnostik untuk mencari infeksi.

    Selain itu, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengobati hipertensi portal dan meminimalkan risiko perdarahan. Transplantasi hati adalah pilihan terakhir bagi pasien yang gagal hatinya.

    HENDRIK KHOIRUL MUHID

    Baca juga: Infeksi Liver Penyebab Meninggalnya Ameer Azzikra, Cek Macamnya


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.