Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Inilah 5 Efek Samping Terlalu Banyak Makan Daging

Editor

Nurhadi

image-gnews
Ilustrasi daging merah. Pixabay.com
Ilustrasi daging merah. Pixabay.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Hari Raya Iduladha identik dengan berbagi daging kurban. Daging kurban umumnya berasal dari hewan sapi atau kambing. Kedua jenis daging tersebut merupakan sumber protein yang baik untuk perkembangan sel dalam tubuh. Namun, jika daging dikonsumsi secara berlebihan akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan. 

Daging sapi dan kambing memiliki banyak manfaat jika diolah dengan benar dan dikonsumsi secukupnya. Dilansir dari laman Universitas Airlangga, daging merah utamanya memiliki kandungan lemak dan kalori yang tinggi. Efeknya jika dikonsumsi berlebihan tidak akan baik untuk tubuh.

Berikut sederet efek samping terlalu banyak mengonsumsi daging merah:

1. Menjadi Penyebab Penyakit Diabetes

Menurut dosen Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh, mengonsumsi daging merah berlebihan dapat menyebabkan gangguan fungsi metabolik. Hal ini dapat memicu penyakit seperti diabetes tipe II dan resisten insulin. Selain itu, kandungan lemak pada daging merah dapat mengendap di pembuluh darah sehingga dapat menyumbatnya dan dapat memicu penyakit stroke. 

2. Merasa Selalu Mengantuk

Dilansir dari The Healthy, kandungan protein yang tinggi dalam daging diproses sangat lama saat dicerna. Berbeda dengan karbohidrat yang lebih cepat terurai dalam tubuh, protein tidak memberi dorongan langsung ke tubuh. Hal tersebut membuat protein memakan waktu lebih lama untuk diurai dan sampai ke otak yang menyebabkan individu menjadi sulit fokus. Kelebihan protein dapat menyebabkan tubuh gampang cepat lelah. Selain itu, daging terbukti meningkatkan oksidasi dalam tubuh yang berakibat pada meningkatnya stress atau tekanan pada individu. 

3. Mengalami Sembelit

Dalam daging tidak ada kandungan serat. Serat atau fiber biasanya ditemukan pada sayur dan buah. Jika terlalu banyak makan daging tanpa diimbangi dengan makan sayur dan buah, pencernaan akan lama memproses protein dalam daging. Akibatnya, proses pencernaan tidak lancar dan akhirnya bertumpuk menjadi menyebabkan sembelit. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

4. Menimbulkan Kerusakan pada Jantung

Lemak dalam daging mampu meningkatkan peradangan dalam tubuh. Ditambah lagi daging tidak memiliki kandungan antioksidan yang berfungsi melawan peradangan. Tubuh memerlukan antioksidan dalam buah dan sayur untuk membantu melawan radikal bebas. Selain itu, kandungan kolesterol dapat meningkatkan LDL jahat yang menjadi musuh bagi jantung. Sering juga olahan daging disandingkan dengan santan. Kolesterol yang dihasilkan tentu akan berkali lipat jika dikonsumsi akan sangat berbahaya bagi kesehatan jantung. 

5. Meningkatkan Risiko Kanker

Dikutip dari laman Verywell Health, sebuah penelitian yang dilakukan pada 2018 membandingkan konsumsi daging merah dan daging olahan dengan risiko kanker payudara. Hasilnya, orang yang mengonsumsi daging olahan 9 persen lebih berisiko untuk terkena kanker payudara. Bagi mereka yang banyak mengonsumsi daging merah, 6 persen berisiko terkena kanker payudara dengan catatan dikonsumsi dalam kadar yang berlebihan. 

Selain faktor daging merah, faktor lain juga mempengaruhi efek buruk jika konsumsi berlebihan. Seperti metode memasak dengan suhu terlalu tinggi. Saat proses memanggang atau menggoreng dengan suhu tinggi dapat menghasilkan lebih banyak jenis bahan kimia penyebab kanker atau biasa disebut karsinogen.

Biasanya olahan hewan kurban seperti sate, krengseng, dendeng, diolah dengan beberapa cara masak yang membuat daging terpapar suhu yang tinggi. Hal tersebut malah mengurangi kandungan nutrisi yang baik, yang kemudian mengundang zat-zat jahat ke dalam makanan. 

Konsumsi masakan daging sebenarnya tidak dilarang. Asalkan dengan proses masak yang benar dan tidak berlebihan dalam konsumsinya, daging akan sangat bermanfaat bagi tubuh, bukan malah sebaliknya membawa mudarat yang mengganggu kesehatan. 

Pilihan Editor: Guru Besar IPB Sebut Batas Aman Makan Daging di Masa Idul Adha

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


4 Risiko Mengonsumsi Biji Pepaya Secara Berlebihan

1 hari lalu

Ilustrasi buah pepaya. (Pixabay/nightowl)
4 Risiko Mengonsumsi Biji Pepaya Secara Berlebihan

Mengonsumsi biji pepaya yang berlebihan dapat memiliki efek buruk lantaran konsentrasi senyawanya tinggi,.


7 Makanan dan Minuman yang Bisa Tingkatkan Massa Otot

3 hari lalu

Ilustrasi telur sebagai sumber protein yang meningkatkan massa otot (pixabay.com)
7 Makanan dan Minuman yang Bisa Tingkatkan Massa Otot

Berikut adalah beberapa makanan dan minuman yang dikenal efektif dalam membantu menambah massa otot.


Viral Mabuk Kecubung, Pakar Ungkap Alasan Tanaman Ini Tak Lagi Digunakan untuk Obat Tradisional

5 hari lalu

Buah Kecubung Bisa Membuat Halusinasi? Begini Penjelasannya
Viral Mabuk Kecubung, Pakar Ungkap Alasan Tanaman Ini Tak Lagi Digunakan untuk Obat Tradisional

Pakar mengatakan kecubung sudah tidak digunakan lagi sebagai obat tradisional karena efek sampingnya yang berbahaya.


Cegah Penyakit Kardiovaskular dengan Kurangi Konsumsi Daging Olahan

14 hari lalu

ilustrasi patty burger (pixabay.com).jpg
Cegah Penyakit Kardiovaskular dengan Kurangi Konsumsi Daging Olahan

Sebuah penelitian menyebutkan mengurangi 10 potong daging olahan seperti bacon setiap pekan dapat secara signifikan cegah penyakit kardiovaskular.


Tips Makan Steak dan Tetap Sehat dari Chef Yuda

18 hari lalu

Ilustrasi steak. shutterstock.com
Tips Makan Steak dan Tetap Sehat dari Chef Yuda

Jangan takut makan steak karena tak membahayakan kesehatan asal memperhatikan hal-hal berikut.


Tren Minyak Jarak untuk Turunkan Berat Badan, Pakar Ingatkan Bahayanya

27 hari lalu

Ilustrasi minyak jarak (castor oil). Shutterstock
Tren Minyak Jarak untuk Turunkan Berat Badan, Pakar Ingatkan Bahayanya

Pakar menyebut risiko diare akibat minyak jarak. Meski bisa menurunkan berat badan, banyak zat penting dari tubuh yang terbuang.


Inilah 5 Jenis Makanan dan Minuman yang Disarankan Tidak Dikonsumsi Bersamaan dengan Daging

29 hari lalu

Ilustrasi daging sapi. Foto: Unsplash/PK
Inilah 5 Jenis Makanan dan Minuman yang Disarankan Tidak Dikonsumsi Bersamaan dengan Daging

Berikut beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan daging.


Cara Jitu Hilangkan Bau Daging Kambing Saat Diolah

32 hari lalu

Ilustrasi Paha Daging Kambing. shutterstock.com
Cara Jitu Hilangkan Bau Daging Kambing Saat Diolah

Mengolah daging kambing merupakan upaya yang susah-susah gampang. Begini cara hilangkan baunya yang menyengat.


Inilah Ciri-ciri Daging Tidak Layak Dikonsumsi

32 hari lalu

Ilustrasi daging sapi. Foto: Unsplash/PK
Inilah Ciri-ciri Daging Tidak Layak Dikonsumsi

Berikut cara mengetahui apakah daging masih layak dikonsumsi atau tidak.


Begini Cara Membedakan Daging Kambing dengan Daging Sapi

32 hari lalu

Suasana pemotongan daging kurban yang telah disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa, 18 Juni 2024. Masjid Istiqlal pada Idul Adha 1445 H kali ini menyembelih 60 ekor sapi dan 12 ekor kambing yang dagingnya akan disalurkan ke 25 ribu jiwa. Diantara sapi tersebut terdapat sapi milik Presiden Jokowi, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Prabowo Subianto dan juga Gibran Rakabuming Raka serta Megawati Soekarnoputri. TEMPO/M Taufan Rengganis
Begini Cara Membedakan Daging Kambing dengan Daging Sapi

Berikut beberapa cara mengetahu perbedaan daging kambing dengan daging sapi.