Memahami Fungsi Zat Besi dan Kebutuhannya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anemia. (Style Craze)

    Ilustrasi anemia. (Style Craze)

    TEMPO.CO, Jakarta - Zat besi adalah nutrisi penting karena mengikat protein hemoglobin dan membantu mengangkut sel darah merah dari paru-paru ke berbagai bagian tubuh. Zat ini terdiri dari dua, yakni zat besi heme yang ditemukan dalam protein hewani dan zat besi nonheme, yang bersumber dari sayuran dan kacang hijau.

    Dari keduanya, zat besi heme dapat dengan mudah diserap oleh tubuh secara komparatif. Metabolisme zat besi berbeda karena tubuh menggunakan kembali dan mendaur ulang nutrisi tanpa mengeluarkannya. Itulah sebabnya kelebihan zat besi bisa menjadi perhatian serius.

    Zat besi dapat menjadi racun bagi jantung dan hati hanya melalui transfusi darah dan hemokromatosis, suatu kondisi di mana zat besi diserap ke dalam saluran pencernaan.

    Kebutuhan zat besi disesuaikan dengan usia seseorang dan biasanya semakin bertambah seiring pertambahan usia. Mengutip Healthline, bayi hingga usia 6 bulan membutuhkan sekitar 0,27 miligram, usia 7-12 bulan kebutuhannya menjadi 11 miligram.

    Anak berusia 1-3 tahun membutuhkan 7 miligram zat besi, usia 4-8 tahun kebutuhannya menjadi 10 miligram, dan saat usianya mencapai 9-13 tahun menjadi 8 miligram per hari. Saat dewasa, kebutuhan zat besi per hari menjadi 18 miligram. Sementara untuk wanita hamil, kebutuhannya lebih tinggi, yakni 27 miligram per hari.

    Melalui sumber makanan, seseorang tidak mungkin kelebihan zat besi asalkan mengetahui batas yang dapat ditoleransi (UL), yakni sekitar 40- 45 mg per hari. Seseorang yang kekurangan zat besi sering merasa lelah, lemah, terlihat pucat, gelisah, mudah memar, tangan atau kaki menjadi dingin, dan memiliki kuku rapuh dalam beberapa kasus.

    Kondisi lain yang bisa terjadi saat seseorang kekurangan zat besi adalah anemia defisiensi besi. Kondisi ini bisa dialami bayi, wanita hamil, dan remaja. Anak yang kekurangan zat besi tidak bertambah gemuk, sering sakit, pucat, dan terlihat lelah.

    Ketika tubuh tidak memiliki cukup zat besi maka pembentukan sel darah merah baru akan terhambat. Sebaliknya, tanda terlalu banyak zat besi, seperti nyeri sendi, mudah jatuh sakit, dan perubahan warna kulit. Transfusi darah juga dapat menyebabkan terlalu banyak konten zat besi terakumulasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.