Kurangi Konsumsi Makanan Tinggi Kolesterol Jahat Berikut

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi udang (Pixabay.com)

    Ilustrasi udang (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kolesterol tinggi bisa memicu masalah kesehatan berat, seperti jantung yang bisa mengakibatkan kematian. Kolesterol terdiri dari dua bentuk utama, yaitu low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dan high-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik.

    Mengonsumsi makanan dengan kadar kolesterol boleh saja, tetapi para ahli merekomendasikan agar makan makanan dengan kolesterol tinggi sesedikit mungkin. Jadi, Anda harus tahu makanan apa saja yang kadar kolesterolnya tinggi dan hindari selagi masih muda, seperti dilansir dari Webmd berikut.

    Kuning telur
    Telur sering dianggap sebagai salah satu sumber kolesterol terburuk. Sebutir telur mengandung sekitar 186 miligram kolesterol, yang lebih dari setengah dari asupan harian maksimal yang direkomendasikan. Semua kolesterol itu ditemukan dalam kuning telur.

    Kuning telur. indiatimes.com

    Keju
    Keju adalah pelanggar besar lain dalam hal kolesterol. Sepotong keju Monterey Jack atau 21 gram, mengandung 18,7 miligram kolesterol. Sedikit keju dalam makanan tidak akan merugikan karena dapat dengan cepat menambah sumber utama kolesterol makanan.

    Udang
    Meskipun merupakan makanan rendah lemak, udang ternyata tinggi kolesterol. Satu porsi 4 ons udang memiliki 170 miligram kolesterol. Itu lebih dari setengah dari asupan harian yang direkomendasikan.

    Jeroan
    Jeroan seperti hati diketahui kaya vitamin dan nutrisi. Meskipun baik untuk kesehatan, jeroan bukan pilihan yang bagus untuk orang yang mencoba mengurangi kolesterol. Satu porsi 3 ons hati sapi, misalnya, mengandung 333 miligram kolesterol.

    Ikan sarden. Pixabay.com/Dana Tentis

    Sarden
    Mirip dengan udang, sarden adalah sumber makanan laut yang tinggi kolesterol. Satu ons sarden mengandung 40 miligram kolesterol dan mudah untuk makan lebih dari satu ons.

    Makanan cepat saji
    Makanan cepat saji cenderung tinggi lemak dan hampir selalu melibatkan beberapa jenis produk hewani, yang dapat memperburuk kadar kolesterol. Penelitian telah menunjukkan sering makan makanan cepat saji menyebabkan peningkatan kolesterol jahat dan bahkan dapat menurunkan kolesterol baik.

    Baca juga: Nyeri Dada dan Sering Kesemutan, Tanda Kolesterol Tinggi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.