Polisi Tembakkan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan, Begini Bahaya Kandungan Gas Air mata

Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk ke lapangan usai pertandingan BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu malam, 1 Oktober 2022. Polda Jatim mencatat jumlah korban jiwa dalam kerusuhan tersebut sementara sebanyak 127 orang. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menembakkan gas air mata bertubi-tubi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu 1 Oktober lalu. Akibatnya, korban tragedi Kanjuruhan ini terdata 131 orang meninggal dan ratusan lainnya luka-luka. Lalu apa sebenarnya bahaya dari kandungan gas air mata tersebut? 

Bahaya Gas Air Mata

Gas air mata merupakan bahan kimia yang menyebabkan iritasi kulit, pernapasan, dan mata. Mengutip dari Medical News Today, beberapa bahan kimia yang paling umum digunakan adalah chloroacetophenone (CN) yang merupakan polutan udara beracun, chlorobenzylidenemalononitrile (CS), chloropicrin (PS), bromobenzylcyanide (CA) dan dibenzoxazepine (CR). 

Mengutip dari www.lung.org, secara umum paparan gas air mata dapat menyebabkan sesak dada, batuk, rasa tercekik, mengi dan sesak napas. Selain rasa terbakar pada mata, mulut dan hidung, penglihatan pun juga akan kabur dan kesulitan menelan. Biasanya, efek gas air mata akan hilang dalam 15-20 menit.

Baca: Tragedi Kanjuruhan, Bagaimana Aturan Penggunaan Gas Air Mata oleh Polisi?

Dikutip dari Healthline, selain paparan gas air mata pada tubuh, tabung yang digunakan untuk menembakkan zat ini juga dapat menyebabkan cedera. Tabung tersebut bisa panas dan dapat menyebabkan luka bakar. Benturan tabung juga dapat mengakibatkan kerusakan pada wajah, mata, atau kepala. Sebuah studi 2017 menyebutkan bahwa bahan kimia dan tabung yang digunakan untuk melepaskannya dapat menyebabkan cedera parah, cacat permanen, dan kematian.

Gas air mata juga dapat menyebabkan luka bakar kimia, reaksi alergi, dan gangguan pernapasan. Orang dengan riwayat pernapasan yang sudah ada sebelumnya, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), memiliki tingkat risiko lebih tinggi mengalami gejala penyakit parah yang dapat menyebabkan gagal napas.

Gas air mata juga memiliki efek kesehatan jangka panjang. Di mana mungkin terjadi jika terpapar dalam waktu lama atau dalam dosis tinggi saat berada di area tertutup. Dalam kasus ini, gas air mata dapat menyebabkan kegagalan pernapasan dan kematian.

Menurut Physicians for Human Rights, paparan gas air mata yang berkepanjangan atau berulang dapat menyebabkan gejala gangguan stres pasca-trauma (PTSD). Paparan gas air mata dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung atau tekanan darah. Pada orang dengan riwayat penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya, hal ini dapat menyebabkan serangan jantung bahkan kematian.

RINDI ARISKA 

Baca juga: Investigasi Komnas HAM Soal Tragedi Kanjuruhan: Gas Air Mata Membuat Panik

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Waspadai Perilaku Toxic dan Cara Menghadapinya

1 hari lalu

Waspadai Perilaku Toxic dan Cara Menghadapinya

Toxic people artinya orang yang beracun atau merugikan fisik dan mental. Cek ciri-ciri, penyebab, dan cara menghadapi toxic people.


Burnout Bisa Tingkatkan Tekanan Darah, Cermati Tanda-Tanda Salah Satu Gangguan Mental Ini

3 hari lalu

Burnout Bisa Tingkatkan Tekanan Darah, Cermati Tanda-Tanda Salah Satu Gangguan Mental Ini

Burnout merujuk pada kondisi kelelahan fisik dan emosional.


Tanda dan Cara Keluar dari Toxic Relationship

4 hari lalu

Tanda dan Cara Keluar dari Toxic Relationship

Perhatikan tanda-tanda toxic relationship agar dapat berkaca dalam hubungan atau menghindari potensi hubungan yang tidak sehat. Berikut penjelasannya.


5 Manfaat Teknik Kebebasan Emosional atau Terapi EFT, Apa Saja?

5 hari lalu

5 Manfaat Teknik Kebebasan Emosional atau Terapi EFT, Apa Saja?

Emotional Freedom Technique atau teknik kebebasan emosional (EFT) salah satu metode untuk mengatasi tekanan emosional atau meredakan stres


Cerita Keira Knightley Mengalami PTSD karena Popularitas

8 hari lalu

Cerita Keira Knightley Mengalami PTSD karena Popularitas

Ketika Keira Knightley pertama kali populer berkat filmnya, dia tidak bisa mengatasinya.


6 Faktor Risiko yang Mempengaruhi Hipertensi

10 hari lalu

6 Faktor Risiko yang Mempengaruhi Hipertensi

Gejala hipertensi atau tekanan darah tinggi muncul rasa tertekan di kepala


Cara Membuat Jus Seledri untuk Mendapatkan 4 Manfaat Kesehatannya

14 hari lalu

Cara Membuat Jus Seledri untuk Mendapatkan 4 Manfaat Kesehatannya

Anda juga bisa membuat jus seledri dengan cara berkelanjutan


Apa Penyebab Pendengaran Terlalu Peka atau Hiperakusis?

14 hari lalu

Apa Penyebab Pendengaran Terlalu Peka atau Hiperakusis?

Hiperakusis kondisi sejenis gangguan pendengaran yang menyebabkan terlalu peka saat menerima suara.


Tumbuhan Kumis Kucing untuk Obat Tradisional, Apa Manfaatnya?

15 hari lalu

Tumbuhan Kumis Kucing untuk Obat Tradisional, Apa Manfaatnya?

Khasiat kumis kucing karena kandungan flavonoid atau kelompok pigmen tumbuhan yang bermanfaat untuk kesehatan


Waspada, 12 Gejala Serangan Jantung pada Wanita yang Muncul Sebulan Sebelum Terjadi

17 hari lalu

Waspada, 12 Gejala Serangan Jantung pada Wanita yang Muncul Sebulan Sebelum Terjadi

Dalam sebuah hasil survei yang terbit dalam Journal Circulation, ditemukan bahwa serangan jantung pada wanita dapat ditandai oleh sejumlah gejala.