Ketahui Hipertensi Bisa Pengaruhi Organ Tubuh Lain: Otak hingga Disfungsi Seksual

Ilustrasi hipertensi (Pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta -Penyakit kardiovaskular adalah salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia dan salah satu faktor risiko terbesar adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Yakni ketika kekuatan darah yang mengalir melalui pembuluh darah menjadi sangat tinggi.

Jika dibiarkan dan tidak diobati, tekanan darah tinggi dapat menimbulkan efek berbahaya tidak hanya pada jantung, tetapi juga seluruh tubuh.

4 Komponen dan 3 Implikasi

Sistem peredaran darah manusia terdiri dari empat komponen utama meliputi jantung, arteri, vena dan darah. Hipertensi dapat mempengaruhi sistem peredaran darah dengan merusak arteri, membuatnya kurang elastis, mengurangi aliran darah dan oksigen ke jantung dan mendorong pembuluh darah untuk bekerja lebih keras dan efisien.

Karena itu, hal ini juga dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan atau organ lainnya. Apa saja itu dan bagaimana pengaruhnya? Simak ulasan dikutip dari Times of India

1. Implikasi pada otak

Tekanan darah tinggi menyebabkan berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Ini dapat menyebabkan masalah ingatan dan kemampuan berpikir. Kerusakan yang sama yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi pada pembuluh darah dan arteri di jantung dapat terjadi pada arteri di otak. Ketika ada penyumbatan yang lebih besar di arteri yang terhubung ke otak, hal itu bisa menyebabkan stroke. Jika bagian otak tidak mendapatkan cukup darah atau oksigen, sel-selnya dapat mulai mati, menyebabkan gejala neurologis termasuk sakit kepala, mual, gangguan penglihatan, dan kejang.

Baca juga :  5 Makanan dan Minuman yang Perlu Dihindari untuk Mengurangi Risiko Hipertensi

2. Kerusakan pada ginjal

Ginjal memiliki peran penting untuk tubuh. Organ ini berfungsi untuk menghilangkan limbah, asam, dan cairan ekstra dari tubuh, sehingga menjaga keseimbangan air, garam, dan mineral yang tepat seperti natrium, kalsium, fosfor, dan kalium dalam darah.

Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah besar yang menuju ke ginjal dan pembuluh darah kecil di dalam ginjal. Akhirnya, jika tekanan darah tinggi dibiarkan tidak diobati dan tidak terkontrol, hal itu dapat menghambat ginjal melakukan tugasnya secara efisien sehingga berpotensi menyebabkan penyakit ginjal. 

3. Dampak pada mata

Tekanan darah tinggi juga dapat merusak pembuluh darah kecil yang menyuplai darah ke mata. Hal ini dapat menyebabkan retinopati, yakni kerusakan pembuluh darah pada jaringan peka cahaya di bagian belakang mata (retina). Hal ini dapat menyebabkan pendarahan di mata, penglihatan kabur, dan kehilangan penglihatan total. Penyumbatan aliran darah ke mata karena tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan saraf optik sehingga dapat menyebabkan pendarahan di dalam mata atau kehilangan penglihatan. 

3. Efek disfungsi seksual

Melansir Mayo Clinic, pria dengan hipertensi berpeluang mengalami disfungsi ereksi. Hal itu karena aliran darah yang terbatas akibat tekanan darah tinggi dapat menghalangi aliran darah ke penis. Mirip dengan pria, wanita juga bisa mengalami disfungsi seksual akibat tekanan darah tinggi. Ini karena berkurangnya aliran darah ke vagina, yang menyebabkan penurunan hasrat atau gairah seksual, kekeringan vagina, atau kesulitan mencapai orgasme.

HATTA MUARABAGJA

Baca juga : Bisakah MSG Bantu Turunkan Risiko Hipertensi

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung.






Menilik Perbedaan Serangan Jantung dan Gagal Jantung

13 jam lalu

Menilik Perbedaan Serangan Jantung dan Gagal Jantung

Serangan jantung kondisi ketika tiba-tiba ada pengurangan aliran darah atau penyumbatan


Kekurangan Asupan Kalium Bikin Rentan Tekanan Darah Tinggi, Kenapa?

3 hari lalu

Kekurangan Asupan Kalium Bikin Rentan Tekanan Darah Tinggi, Kenapa?

Kalium adalah mineral penting dan membantu mengatasi kelebihan natrium pada tubuh yang merupakan salah satu alasan utama di balik tekanan darah tinggi


Tidak Kalah Bahayanya dari Hipertensi, Apa Akibat Hipotensi?

9 hari lalu

Tidak Kalah Bahayanya dari Hipertensi, Apa Akibat Hipotensi?

Hipotensi atau tekanan darah rendah memiliki bahaya yang tersembunyi. Apa sajakah itu?


Darah Tinggi pada Ibu Hamil Bisa Sebabkan Kematian Janin, Ini Cara Mencegahnya

10 hari lalu

Darah Tinggi pada Ibu Hamil Bisa Sebabkan Kematian Janin, Ini Cara Mencegahnya

Hipertensi yang dialami ibu hamil sangat berbahaya. Harus dicegah.


Dua Olahraga yang Harus Dihindari Penderita Tekanan Darah Tinggi

12 hari lalu

Dua Olahraga yang Harus Dihindari Penderita Tekanan Darah Tinggi

Aturan praktis olahraga bagi penderita tekanan darah tinggi adalah menghindari segala jenis latihan intensitas tinggi dan berdampak tinggi


Cara Cerdik Hindari Tekanan Darah Tinggi

13 hari lalu

Cara Cerdik Hindari Tekanan Darah Tinggi

Kementerian Kesehatan memiliki cara untuk mencegah tekanan darah tinggi yang disebut CERDIK. Apa saja yang perlu dilakukan?


Cek Mitos vs Fakta Seputar Asam Urat, Betulkah Terjadi karena Obesitas?

15 hari lalu

Cek Mitos vs Fakta Seputar Asam Urat, Betulkah Terjadi karena Obesitas?

Agar tak mudah termakan kabar burung, pelajari fakta dan mitos yang beredar mengenai penyakit asam urat yang beredar di masyarakat.


Studi: Jaringan Sintetis Mampu Kembalikan Fungsi Ereksi Penis Babi

16 hari lalu

Studi: Jaringan Sintetis Mampu Kembalikan Fungsi Ereksi Penis Babi

Jaringan sintetis mampu mengembalikan fungsi ereksi penis babi yang terluka dalam sebuah studi yang satu hari nanti diharap bisa mengobati impotensi.


Buah Kiwi Bagus untuk Menurunkan Berat Badan dan Hipertensi, Ini Penjelasannya

17 hari lalu

Buah Kiwi Bagus untuk Menurunkan Berat Badan dan Hipertensi, Ini Penjelasannya

Banyak manfaat kesehatan mengonsumsi buah kiwi, antara lain menurunkan berat badan, antikanker dan mencegah hipertensi. Kok bisa?


Penyakit Ginjal Kronis, Pasien Sering Tak Menyadari Gejala di Awal

17 hari lalu

Penyakit Ginjal Kronis, Pasien Sering Tak Menyadari Gejala di Awal

Pasien penyakit ginjal kronis tak merasakan keluhan apapun pada awalnya. Kapan mereka baru menyadarinya?